Estimasi Kerugian Banjir Situbondo Capai Rp195 Miliar, Mas Rio Fokus Perbaiki Fasilitas Publik

05 Feb 2026 - 16:39
Estimasi Kerugian Banjir Situbondo Capai Rp195 Miliar, Mas Rio Fokus Perbaiki Fasilitas Publik
Bupati Situbondo Mas Rio saat meninjau kelas yang rusak (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo, (afederasi.com)– Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, melakukan peninjauan langsung ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Banyuglugur untuk memantau proses pemutakhiran data kerusakan pascabanjir bandang yang menerjang wilayah tersebut pada 21 Januari lalu.

Langkah ini diambil guna memastikan seluruh kebijakan pemulihan infrastruktur pendidikan dan fasilitas publik lainnya tepat sasaran serta berbasis data faktual.

Pria yang akrab disapa Mas Rio tersebut menjelaskan bahwa meskipun bencana telah berlalu beberapa pekan, pembaruan data tetap menjadi prioritas utama karena kondisi dampak di lapangan masih bersifat dinamis. Menurutnya, pemerintah daerah harus bergerak cepat namun tetap teliti agar penanganan lanjutan tidak menyimpang dari kebutuhan riil masyarakat.

"Memang kejadiannya di tanggal 21, tetapi kami terus meng-update data karena kondisi faktual dan aktual di lapangan masih berkembang," ujar Mas Rio di sela-sela kunjungannya.

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Situbondo telah menyampaikan kondisi terkini kepada pemerintah pusat untuk mencari solusi pendanaan yang paling efektif. Mas Rio menyatakan tidak mempermasalahkan mekanisme bantuan yang akan diberikan, selama proses revitalisasi infrastruktur seperti pendidikan, pertanian, jalan, hingga jembatan dapat segera terlaksana.

“Dibangun langsung oleh pusat atau dananya ditransfer ke daerah, dua-duanya tidak masalah. Yang penting infrastruktur pendidikan, pertanian, jalan, jembatan, dan fasilitas publik lainnya bisa kembali seperti semula,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa penundaan dalam proses pemulihan akan membawa konsekuensi sosial dan ekonomi yang lebih berat bagi warga Situbondo. Ia menilai tantangan serius saat ini adalah bagaimana mengembalikan roda ekonomi dan layanan publik agar tidak terganggu lebih lama akibat kerusakan fasilitas penunjang.

“Kalau tidak segera ditangani, risikonya pasti lebih besar. Secara ekonomi, ini menjadi tantangan serius dalam konteks penanganan banjir,” imbuh Mas Rio.

Sejauh ini, upaya tanggap darurat telah dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah kabupaten, aparat, dan masyarakat. Namun, Mas Rio mengakui bahwa kebutuhan pemulihan jangka menengah dan panjang memerlukan dukungan anggaran yang sangat besar, yakni diperkirakan mencapai Rp160 hingga Rp195 miliar.

Total anggaran tersebut mencakup perbaikan infrastruktur publik sebesar Rp52 miliar, sektor permukiman Rp25 miliar, sarana pasar Rp40 miliar, normalisasi kapasitas sungai Rp28 miliar, kerusakan bangunan pendidikan Rp35 miliar, serta tempat ibadah Rp15 miliar. Sektor pendidikan menjadi perhatian khusus karena menyangkut masa depan siswa, termasuk di SMPN 1 Banyuglugur yang dalam waktu dekat akan menyelenggarakan ujian.

“Sekarang mau ujian TKA (Tes Kemampuan Akademik), tetapi kondisinya sudah tidak memungkinkan. Dari sisi kami, akan dibuat affirmative policy agar para siswa tetap bisa mengikuti ujian,” kata Mas Rio.

Mengakhiri keterangannya, Mas Rio berharap Kementerian Keuangan dan pemerintah pusat memberikan kebijakan yang lebih adaptif bagi daerah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi seperti Situbondo, serupa dengan perhatian yang diberikan pada wilayah Sumatera atau Aceh.

Ia menekankan pentingnya atensi khusus pada daerah berbasis kebencanaan tinggi demi mempercepat pemulihan nasional secara merata.(vya/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow