Erupsi Gunung Marapi: Pendaki Terjebak dan Selamatkan Diri di Balik Batu, 11 Meninggal, 12 Belum Ditemukan

Suara gemuruh dan guncangan dari kawah Gunung Marapi pada Minggu siang (03/12) mengejutkan Muhammad Fadli dan 17 rekannya.

05 Dec 2023 - 12:46
Erupsi Gunung Marapi: Pendaki Terjebak dan Selamatkan Diri di Balik Batu, 11 Meninggal, 12 Belum Ditemukan
Korban erupsi Gunung Marapi (BBC)

Sumatra Barat, (afederasi.com) - Suara gemuruh dan guncangan dari kawah Gunung Marapi pada Minggu siang (03/12) mengejutkan Muhammad Fadli dan 17 rekannya. Fadli, yang berada di sekitar puncak gunung dengan ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut, langsung mencari perlindungan di balik batuan cadas.

"Saat mendengar gemuruh dan merasakan guncangan itu, saya langsung bersembunyi bersama tiga teman saya," ujar Fadli di RSUD Padang Panjang kepada wartawan BBC News Indonesia seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com pada Senin (04/12).

Fadli menceritakan bahwa ketika bersembunyi, batu berukuran kepalan tinju orang dewasa beterbangan, dan ia bahkan harus menepis salah satu batu dengan tangan kosong yang mengakibatkan jari patah. Batu lainnya mengenai kaki kirinya, menyebabkan tulangnya patah.

Saat asap hitam dan debu pekat menyelimuti langit, Fadli dan teman-temannya terus berusaha bersembunyi di balik batu. Mereka berusaha menghindari awan panas dan melanjutkan perjalanan turun.

"Saya mencoba bergeser ke bawah itu, untuk mencari jaringan (sinyal) untuk menghubungi pihak pos penjagaan dan meminta agar kami dijemput," kata Fadli seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Setelah menunggu selama delapan jam, tim evakuasi akhirnya tiba dan berhasil menyelamatkan Fadli dan tiga temannya. Fadli, yang mengalami patah tulang, besut, dan luka bakar di punggung, harus ditandu selama tiga jam sebelum sampai ke pos evakuasi dan kemudian dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Fadli bersama 17 temannya memutuskan untuk mendaki Gunung Marapi pada Sabtu (02/12) tanpa ada firasat apapun mengenai erupsi. Mereka naik ke puncak untuk menikmati matahari terbit dan pemandangan. Fadli menyatakan bahwa mereka tidak merasakan tanda-tanda erupsi sebelumnya.

Ibunda Fadli, Meri Deswati, baru mengetahui keberadaan anaknya pada malam Minggu (03/12) setelah dihubungi oleh kakak Fadli. Meri terkejut karena tidak diberitahu sebelumnya tentang pendakian tersebut. Meski demikian, Fadli sudah sering mendaki gunung dan selalu memberi izin kepada orang tua.

Data dari Basarnas menyebutkan bahwa setidaknya 75 pendaki sempat terjebak saat Gunung Marapi mengalami erupsi. Sebanyak 11 ditemukan meninggal dunia, dan 12 lainnya belum ditemukan. (mg-1/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow