Dua Manuver Cak Imin dalam Berpolitik dari Kudeta PKB hingga Jadi Cawapres Anies Baswedan

Cak Imin, atau Muhaimin Iskandar, telah resmi ditunjuk sebagai calon wakil presiden (Cawapres) yang akan mendampingi Anies Baswedan dalam Pilpres 2024 yang akan datang.

06 Sep 2023 - 13:28
Dua Manuver Cak Imin dalam Berpolitik dari Kudeta PKB hingga Jadi Cawapres Anies Baswedan
Pasangan bakal capres dan cawapres, Anies Baswedan-Cak Imin (Instagram/@cakimiNOW)

afederasi.com - Cak Imin, atau Muhaimin Iskandar, telah resmi ditunjuk sebagai calon wakil presiden (Cawapres) yang akan mendampingi Anies Baswedan dalam Pilpres 2024 yang akan datang. Keputusan ini tampaknya didasarkan pada fakta bahwa Cak Imin memiliki basis dukungan yang kuat, terutama di wilayah Jawa Timur hingga Jawa Tengah. Sebuah langkah politik yang dianggap sebagai keberhasilan Cak Imin dalam dunia politik Indonesia. Sebelumnya, dia juga berhasil memimpin Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang pernah digagas bersama oleh tokoh besar Gus Dur.

Menurut laporan dari hops.id melalui jaringan suara.com, Cak Imin telah melakukan dua manuver strategis selama perjalanan politiknya. Manuver pertama mencakup langkah-langkah yang diambilnya untuk mengambil alih kepemimpinan PKB yang sebelumnya dipimpin oleh Gus Dur. Tindakan ini akhirnya membawanya menjadi pemimpin partai tersebut, menunjukkan keterampilan politiknya yang luar biasa.

Sementara itu, manuver kedua datang dari Partai Nasdem, yang akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan PKB dan mengusung Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden yang akan mendampingi Anies Baswedan. Keputusan ini telah disambut dengan baik oleh Muhaimin dan diumumkan dengan cepat oleh Nasdem.

Namun, pernyataan dari Sudirman Said, Ketua Tim 8 Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), mengungkapkan bahwa tim tersebut telah menunggu berhari-hari tanpa mendapatkan jawaban yang jelas dari Partai Demokrat. Hal ini mendorong Nasdem untuk melakukan manuver dengan memilih Muhaimin Iskandar sebagai pasangan Anies di Pilpres 2024.

Sementara itu, Partai Demokrat tetap bersikeras bahwa pemilihan Muhaimin Iskandar sebagai cawapres oleh Partai Nasdem merupakan tindakan yang tidak elegan. Mereka juga merasa dikhianati dan kecewa dengan perjanjian yang telah dibuat dalam dinamika politik yang semakin kompleks menjelang Pemilihan Presiden. (mg-3/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow