Disperta Jombang Genjot Penyaluran Pupuk Subsidi, Serapan NPK Tertinggi Capai 96 Persen
Jombang, (afederasi.com) – Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang terus melakukan akselerasi penyaluran pupuk subsidi hingga akhir tahun 2025.
Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan petani terpenuhi, dengan realisasi serapan secara keseluruhan telah mencapai kisaran 90%.
Berdasarkan data per pertengahan Desember 2025, realisasi penyaluran Pupuk NPK di Jombang mencatat angka tertinggi, yaitu 96%.
Jumlah tersebut setara dengan 21.815,04 ton yang telah tersalurkan dari total alokasi kuota sebanyak 22.724 ton.
Kepala Disperta Kabupaten Jombang, Moch Rony, melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian, Eko Purwanto, menegaskan bahwa penyaluran masih dilakukan secara intensif. Capaian serapan yang tinggi ini mencerminkan tingginya kebutuhan pupuk di lapangan.
"Sampai mendekati akhir tahun, serapan pupuk subsidi sudah kisaran 90-an persen. Yang jelas, serapan ini terus berkembang," ujar Eko, Jumat (26/12/2025).
Realisasi Penyaluran Lima Jenis Pupuk Subsidi di Jombang
Selain NPK, berikut adalah progres penyaluran untuk empat jenis pupuk subsidi lainnya hingga pertengahan Desember:
1. Pupuk Urea: Tersalurkan 23.163,14 ton dari alokasi 25.454 ton (91%).
2.Pupuk NPK: Mencatat realisasi tertinggi 96%, dengan 21.815,04 ton tersalur dari kuota 22.724 ton.
3.Pupuk ZA: Tersalurkan 338,80 ton dari alokasi 440 ton (77%).
4.Pupuk NPK Formula Khusus (Kakao): Serapan mencapai 59% dari total alokasi 11 ton.
5.Pupuk Organik: Tersalurkan 10.539,82 ton dari kuota 14.243 ton (74%).
Ajukan Tambahan Kuota, Antisipasi Kebutuhan Petani
Merespons tingginya dinamika kebutuhan, Disperta Jombang telah menyiapkan langkah antisipatif. Eko Purwanto mengungkapkan rencana pengajuan tambahan alokasi pupuk NPK sekitar 90 ton kepada pemerintah pusat.
Mekanisme pengajuan tambahan kuota ini memungkinkan dilakukan melalui redistribusi dari daerah lain yang realisasi serapannya belum maksimal.
"Kami berencana mengajukan tambahan sekitar 90 ton untuk pupuk NPK. Jika ada kabupaten lain yang tidak menyerap, akan kami sampaikan agar usulan ini bisa terealisasi," jelas Eko.
Kebijakan intensifikasi penyaluran ini diharapkan dapat terus mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Jombang.
Secara bersamaan, langkah ini juga bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan anggaran subsidi pemerintah untuk kesejahteraan petani. (san)
What's Your Reaction?


