Dianggap Sudah Bukan Keluarga Lagi, PDIP usai Kaesang Gabung PSI: Tak Ada yang Luar Biasa
Bergabungnya Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi, ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah menarik perhatian publik. Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Said Abdullah, menganggap hal ini bukanlah suatu hal yang luar biasa.
Jakarta, (afederasi.com) - Bergabungnya Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi, ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah menarik perhatian publik. Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Said Abdullah, menganggap hal ini bukanlah suatu hal yang luar biasa. Menurutnya, tidak ada pelanggaran aturan yang dilakukan oleh Jokowi dengan bergabungnya Kaesang ke partai lain.
Menurut Said, peraturan internal PDIP memang mengharuskan seluruh anggota keluarga inti kader partai, terutama yang menduduki jabatan publik, untuk tidak aktif di partai lain. Meski Kaesang adalah anak dari Presiden Jokowi yang juga merupakan kader PDIP, Said menyatakan bahwa secara administratif, Kaesang telah membentuk keluarga sendiri dan bukan bagian lagi dari keluarga inti PDIP.
"Sudah menjadi keluarga lain. Jadi, secara normatif tak ada hal yang luar biasa," kata Said dalam keterangannya.
Said juga mencatat bahwa masyarakat mungkin merasa heran dengan keputusan Kaesang jika melihat rekam jejak dan perjalanan karir politik ayahnya, Jokowi. Jokowi telah memulai karir politiknya sebagai kader PDI Perjuangan sejak menjadi Walikota hingga akhirnya menjadi Presiden. Hal ini membuat Kaesang tumbuh dalam lingkungan yang sangat akrab dengan PDI Perjuangan.
"Mungkin, jejak-jejak panjang perjalanan Jokowi sebagai kader PDIP itulah yang sedikit mengusik rasa heran masyarakat ketika Kaesang memutuskan bergabung dengan partai lain," tuturnya.
Meskipun demikian, PDIP menganggap langkah Kaesang bergabung dengan PSI adalah hal yang wajar, mengingat jejak perjalanan hidup dalam naungan PDIP telah tercetak jelas.
"Bukankah telah tercetak jejak-jejak perjalanan kehidupan dalam naungan PDI Perjuangan. Sebuah keheranan manusiawi. PDI Perjuangan sendiri, tentu saja, sebagai partai terbesar di negeri ini menganggap hal biasa," ujarnya.
Kaesang Pangarep secara resmi telah bergabung ke PSI dan menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) langsung dari DPP PSI pada Sabtu (23/9/2023). Keputusan ini telah diambil oleh Kaesang sebelum video dengan nama samaran "Mawar" menjadi viral.
"Sudah seminggu lalu, sebelum Mawar keluar," tandas Kaesang.
Keputusan Kaesang untuk bergabung dengan PSI memiliki alasan kuat. Menurutnya, PSI diisi oleh anak-anak muda yang memiliki integritas, kompetensi, dan semangat untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik. Namun, dia juga mengungkapkan kekecewaannya karena anggota PSI tidak mendapatkan kursi di Senayan.
Kaesang berkomitmen untuk berjuang agar PSI bisa mendapatkan kursi di Senayan pada Pemilu 2024 mendatang. "Saya akan berjuang sebagai anggota dulu," pungkasnya. (mg-3/jae)
What's Your Reaction?



