Di Tengah Krisis BBM, Pemkab Bondowoso Ajak ASN Gowes dan Sekolah Beralih Daring

30 Jul 2025 - 09:31
Di Tengah Krisis BBM, Pemkab Bondowoso Ajak ASN Gowes dan Sekolah Beralih Daring
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid (dua dari kanan) di sebuah acara di kecamatan cermee. (Diskominfo Bondowoso)

Bondowoso,(afederasi.com) - Di tengah kelangkaan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang melanda, Pemkab Bondowoso tampil sigap dengan menerbitkan kebijakan solutif yang membuktikan respons cepat dan adaptif. Surat Edaran Bupati Nomor 197 Tahun 2025 menjadi tonggak arah kebijakan baru, dengan menekankan efisiensi sekaligus edukasi publik dalam menghadapi krisis distribusi energi.

Dalam edaran yang ditandatangani langsung oleh Bupati KH. Drs. Hamid Wahid pada 29 Juli 2025, Pemkab Bondowoso mengimbau para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tinggal tidak jauh dari kantor untuk berangkat kerja menggunakan sepeda. Kebijakan ini tidak hanya menjadi langkah penghematan BBM, tetapi juga memperkuat komitmen lingkungan dan gaya hidup sehat di kalangan birokrasi.

“Gerakan bike to work adalah bentuk keteladanan ASN kepada masyarakat. Ini bukan respons sesaat, melainkan gaya hidup baru yang perlu dibudayakan,” ujar Bupati Hamid Wahid dalam pernyataan resminya. Pemkab Bondowoso meyakini bahwa kebijakan ini akan memberikan dampak positif jangka panjang, tidak hanya untuk efisiensi energi tetapi juga kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

Tak hanya fokus pada sektor birokrasi, Pemkab Bondowoso juga merespons kondisi darurat ini dengan kebijakan adaptif di bidang pendidikan. Seluruh sekolah di bawah naungan pemerintah kabupaten diarahkan untuk menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara daring. Langkah ini dinilai sebagai solusi terbaik untuk menjaga keberlangsungan pendidikan tanpa menambah beban mobilitas siswa dan guru selama masa krisis.

Pemkab Bondowoso pun secara terbuka mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi panic buying BBM. Pembelian berlebihan justru akan memperparah situasi kelangkaan. Untuk menjaga ketertiban dan transparansi, pihak pengelola SPBU diminta menyampaikan kondisi stok BBM secara real-time melalui kanal informasi resmi yang mudah dijangkau masyarakat.

Kebijakan ini berlaku hingga distribusi BBM dinyatakan stabil. Selama masa tersebut, Pemkab Bondowoso akan terus melakukan pemantauan berkala serta membuka ruang komunikasi dengan semua pemangku kepentingan. Tujuannya jelas: menjamin kelangsungan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dengan tetap menjunjung efisiensi dan kesadaran kolektif.

Melalui kebijakan yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari, Pemkab Bondowoso kembali menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci dalam menghadapi tantangan krisis. Semangat gotong royong, kesadaran ekologis, dan adaptasi digital menjadi fondasi utama menghadapi dinamika zaman yang tak terduga. (den)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow