Desa Karang Anom Masuk Tiga Besar Lomba Gotong Royong Jatim, Jadi Contoh Ketahanan Nilai Budaya

06 May 2025 - 19:09
Desa Karang Anom Masuk Tiga Besar Lomba Gotong Royong Jatim, Jadi Contoh Ketahanan Nilai Budaya
Sekda Trenggalek Edy Soepriyanto saat memberikan sambutan (ist)

Trenggalek, (afederasi.com) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Desa Karang Anom, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Desa ini berhasil masuk dalam tiga besar nominasi Lomba Gotong Royong Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Timur 2025, bersanding dengan dua kontestan lain dari Kabupaten Madiun dan Bojonegoro.

Kedatangan tim penilai provinsi pada Selasa (6/5/2026) disambut langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Trenggalek, Edy Soepriyanto. Dalam sambutannya, Edy menegaskan bahwa esensi dari lomba bukan sekadar mengejar gelar juara, melainkan bagaimana budaya gotong royong dapat diterapkan secara nyata dan berkelanjutan di tengah masyarakat.

“Yang paling penting bukan soal siapa juara, tapi bagaimana semangat gotong royong ini terus hidup dan diterapkan. Penilaian ini hanya pemicu agar kita menyadari bahwa gotong royong masih ada dan harus terus dijaga,” ujar Edy.

Menurut Edy, kehadiran fasilitas seperti CCTV menggantikan sistem keamanan lingkungan (siskamling) adalah salah satu contoh pergeseran dalam praktik sosial. Namun demikian, nilai-nilai gotong royong harus tetap ditanamkan, khususnya pada generasi muda.

"Perubahan generasi menuntut kita untuk menanamkan kembali nilai-nilai luhur bangsa. Ini menjadi tanggung jawab bersama agar anak-anak kita tetap mengenal dan mengamalkan budaya gotong royong," tambahnya.

Edy juga berharap keberhasilan Desa Karang Anom bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi desa-desa lain. Ia menegaskan bahwa lomba seperti ini bukan sekadar ajang tahunan, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang terus berlanjut demi memperkuat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Lapang, Tri Yuono yang juga menjabat sebagai Kabid Kemasyarakatan Desa Dinas PMD Provinsi Jawa Timur, mengapresiasi upaya pelestarian gotong royong yang masih dijaga oleh masyarakat Desa Karang Anom.

“Budaya gotong royong saat ini semakin langka. Ini bukan hal sepele, karena gotong royong menyangkut nilai, norma, dan kultur yang diwariskan turun-temurun. Globalisasi dan perubahan generasi menjadi tantangan besar,” jelas Tri.

Tri menambahkan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi semua desa yang terlibat dalam lomba ini karena tetap menjaga semangat kolektivitas di tengah arus perubahan zaman.

“Gotong royong adalah roh dari masyarakat Indonesia. Kita harus terus menghidupkannya, agar tak hilang ditelan zaman,” pungkasnya. (pb/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow