Demokrat Disebut-sebut Bakal Lebih Nyaman Gabung ke PDIP Ketimbang Gerindra, Ini Alasannya!

Dalam dinamika politik terkini, Partai Demokrat menjadi pusat perhatian karena kabarnya mereka akan memilih mitra koalisi untuk mengusung calon presiden pada Pemilu 2024.

15 Sep 2023 - 14:39
Demokrat Disebut-sebut Bakal Lebih Nyaman Gabung ke PDIP Ketimbang Gerindra, Ini Alasannya!
Demokrat Disebut-sebut Bakal Lebih Nyaman Gabung ke PDIP Ketimbang Gerindra, Ini Alasannya! [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nym]

Kupang, (afederasi.com) - Dalam dinamika politik terkini, Partai Demokrat menjadi pusat perhatian karena kabarnya mereka akan memilih mitra koalisi untuk mengusung calon presiden pada Pemilu 2024. Meskipun banyak spekulasi yang beredar, analis politik Ahmad Atang dari Universitas Muhammadiyah Kupang percaya bahwa Demokrat cenderung berkoalisi dengan PDI Perjuangan (PDIP) daripada dengan Gerindra. Menurutnya, komunikasi politik yang intens dengan PDIP menjadi pertanda kuat bahwa Demokrat akan memilih untuk mengusung Ganjar Pranowo.

Kehadiran Partai Demokrat dalam bursa politik semakin menarik perhatian sejak mereka memutuskan keluar dari koalisi perubahan. Namun, setelah mengambil sikap politik tersebut, Partai Demokrat masih berada dalam fase mengambang dalam menentukan arah koalisi mereka.

Dalam situasi ini, Demokrat hanya memiliki dua pilihan, yakni berkoalisi dengan Gerindra yang mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden atau bersatu dengan PDIP untuk mendukung Ganjar Pranowo. Ahmad Atang menekankan bahwa saat ini tidak ada pilihan lain yang tersedia, kecuali Demokrat memilih untuk abstain, seperti yang terjadi dalam pemilihan presiden sebelumnya.

Namun, meskipun Demokrat cenderung berkoalisi dengan PDIP, keinginan ini belum tentu diterima oleh PDIP. Sejarah rivalitas politik antara kedua partai ini menjadi hambatan, karena saat Demokrat berkuasa, PDIP berperan sebagai oposisi. Pengajar ilmu politik dari beberapa perguruan tinggi di NTT, menyebutkan bahwa PDIP memasang syarat yang harus dipenuhi oleh Demokrat sebelum bermitra, mengingat rivalitas masa lalu.

Pandangan serupa diungkapkan oleh pengamat politik Yohanes Jimmy Nami dari Universitas Nusa Cendana Kupang. Menurutnya, PDIP adalah pelabuhan yang cocok bagi Partai Demokrat setelah keluar dari koalisi perubahan. Ia percaya bahwa berkoalisi dengan PDIP akan memberikan keuntungan elektoral yang signifikan bagi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan akan menghangatkan hubungan antara SBY dan Megawati Soekarnoputri.

Selain itu, kehadiran Demokrat dalam koalisi bersama PDIP dapat memberikan kesegaran dalam politik nasional dan dapat mendongkrak perolehan suara mereka. Dengan PDIP yang merepresentasikan generasi muda, ini juga cocok dengan tipikal AHY sebagai calon pemimpin masa depan.

Namun, meskipun spekulasi tentang koalisi terus berkembang, pendaftaran calon presiden dan wakil presiden untuk Pemilu 2024 dijadwalkan akan dimulai pada 19 Oktober hingga 25 November 2023. Undang-Undang Pemilu mengharuskan pasangan calon presiden dan wakil presiden memiliki dukungan minimal 20 persen dari jumlah kursi DPR atau 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu sebelumnya. Dengan 575 kursi di parlemen, pasangan calon harus memiliki minimal 115 kursi di DPR RI atau dukungan minimal 34.992.703 suara sah dari pemilu sebelumnya untuk dapat maju dalam Pilpres 2024. (mg-3/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow