Bila Pilpres 2024 Diikuti Dua Pasang, Denny JA: Prabowo-Ganjar Dapat 64,6 Persen, Anies-Muhaimin 16,6 Persen

Pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang menjadi perbincangan hangat, terutama setelah Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei simulasi.

22 Sep 2023 - 09:54
Bila Pilpres 2024 Diikuti Dua Pasang, Denny JA: Prabowo-Ganjar Dapat 64,6 Persen, Anies-Muhaimin 16,6 Persen
Denny JA pemimpin lembaga survei LSI Denny JA membeberkan hasil survei terbaru lembaganya soal Pilpres 2024 bila diikuti dua pasang capres-cawapres, Prabowo-Ganjar dan Anies-Muhaimin. [Antara]

Jakarta, (afederasi.com) - Pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang menjadi perbincangan hangat, terutama setelah Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei simulasi. Hasil survei ini mempertimbangkan kemungkinan adanya hanya dua pasang capres-cawapres, yakni Anies Baswedan-Cak Imin dan Prabowo Subianto-Ganjar Pranowo. Menurut survei LSI Denny JA, pemilihan presiden kemungkinan akan berlangsung satu putaran jika hanya ada dua pasang capres-cawapres. Dengan begitu, penghematan dana yang signifikan dapat dicapai, mengingat dana yang besar diperlukan untuk dua putaran. Denny JA menyampaikan pandangannya melalui akun TikTok pribadinya @dennyja_world, menekankan efisiensi dalam pemilihan presiden dengan hanya satu putaran.

Survei yang dilakukan oleh LSI Denny JA per September 2023 menggambarkan posisi pasangan capres-cawapres. Hasil survei ini menunjukkan pasangan Prabowo-Ganjar dengan dukungan mencapai 64,6 persen, sementara Anies-Cak Imin mendapatkan 16,6 persen dukungan. Kemenangan pasangan Prabowo-Ganjar dianggap sebagai kemenangan telak dengan selisih dukungan mencapai 40 persen, yang merupakan angka tertinggi dalam sejarah pemilu langsung di Indonesia.

Namun, dinamika politik tidak selalu tetap, terutama jika melibatkan pergeseran posisi dalam satu pasangan capres-cawapres. Dalam simulasi lain, jika Ganjar menjadi capres dengan Prabowo sebagai cawapres dan Cak Imin sebagai capres dengan Anies sebagai cawapres, hasil survei menunjukkan dukungan sebesar 60 persen untuk pasangan Ganjar-Prabowo dan 20,6 persen untuk Cak Imin-Anies. Meskipun selisihnya tidak mencapai 40 persen, kemenangan pasangan Ganjar-Prabowo masih dianggap sebagai kemenangan telak.

Perlu dicatat bahwa kalkulasi strategis menjadi kunci dalam dinamika Pilpres 2024. Apakah Ganjar bersedia mengalah menjadi cawapres adalah pertanyaan penting, mengingat kalkulasi politik yang berbeda bisa mempengaruhi keputusan tersebut. Selain itu, potensi ketidakrelaan dari beberapa pihak, seperti PDI Perjuangan, yang mungkin enggan melihat kader atau calonnya hanya menjadi cawapres juga perlu dipertimbangkan. Meski begitu, hingga batas pendaftaran, segala kemungkinan masih terbuka. Politik praktis memiliki kekuatan untuk mengubah dinamika Pilpres 2024, bahkan hingga menentukan siapa akhirnya yang akan menjadi capres dan cawapres. Dengan demikian, Pilpres 2024 diwarnai oleh dinamika yang cenderung terus berubah hingga batas akhir pendaftaran. (mg-3/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow