ASN dan PPPK Dinas Kesehatan Tulungagung Tertangkap Pesta Narkoba di Surabaya

17 May 2024 - 14:54
ASN dan PPPK Dinas Kesehatan Tulungagung Tertangkap Pesta Narkoba di Surabaya
Sekda Tulungagung Tri Hariadi ketika dikonfirmasi awak media di Kantornya, (afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) - Dua pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, yaitu Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), tertangkap basah sedang pesta narkoba di sebuah tempat hiburan di Surabaya pada Rabu (15/5/2024). Penangkapan ini dilakukan oleh Unit I Subdit I Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Timur.

Menanggapi kejadian ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, Tri Hariadi, menyatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan penangkapan dua pegawai tersebut dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung.

“Kami baru mengetahui perihal penangkapan itu dari berita online. HP (42), seorang ASN yang terlibat pesta narkoba tersebut, menjabat sebagai Kasubag Keuangan, dan AM, seorang P3K yang baru dilantik sebagai PPPK pada April 2024 lalu. Keduanya ditangkap bersama lima orang lainnya,” kata Tri Hariadi.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas berhasil mengamankan dua butir ekstasi dan sisa pemakaian seberat 0,622 gram. Bukti ini dikuatkan dengan hasil tes urine yang menunjukkan bahwa ketujuh orang tersebut positif mengandung methamphetamine dan amphetamine.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kadinkes untuk bersurat ke Polda Jatim demi kepastian kasus ini,” tegas Tri Hariadi.

Dia juga menambahkan bahwa status ASN dan PPPK dari kedua pegawai tersebut akan ditindaklanjuti sesuai dengan UU dan aturan kepegawaian yang berlaku setelah ada kepastian hukum.

Terkait pemberian sanksi, pihaknya masih menunggu surat resmi dari Kepolisian. Namun, Tri Hariadi memastikan bahwa jika terbukti terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, keduanya akan diberikan sanksi tegas berupa pemecatan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Anna Sapti Saripah, menjelaskan bahwa tidak ada penugasan resmi untuk agenda ke Surabaya. Kemungkinan, keduanya berangkat ke sana secara mandiri.

“Keduanya masih melaksanakan tugas kantor pada hari Rabu, namun pada hari Kamis sudah tidak merespon himbauan untuk koordinasi terkait pekerjaan,” jelas Anna Sapti Saripah.(riz/dn)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow