AS Tolak Gencatan Senjata Permanen di Gaza, Fokus Dukung Perpanjangan Jeda Kemanusiaan

Amerika Serikat (AS) terus menolak ide gencatan senjata permanen di Jalur Gaza yang terkepung, namun mereka menegaskan dukungan terhadap perpanjangan jeda kemanusiaan.

01 Dec 2023 - 12:42
AS Tolak Gencatan Senjata Permanen di Gaza, Fokus Dukung Perpanjangan Jeda Kemanusiaan

Amerika Serikat, (afederasi.com) - Amerika Serikat (AS) terus menolak ide gencatan senjata permanen di Jalur Gaza yang terkepung, namun mereka menegaskan dukungan terhadap perpanjangan jeda kemanusiaan. "Kami tidak mendukung gencatan senjata permanen. Saat ini, kami mendukung gagasan jeda kemanusiaan." ungkap Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com

Kirby menjelaskan bahwa AS berharap jeda kemanusiaan yang berlangsung tujuh hari dapat diperpanjang, menciptakan ruang untuk negosiasi lebih lanjut antara Israel dan Hamas. "Namun, pada akhirnya, hal ini akan membuat Israel dan Hamas menyetujui parameter perpanjangan kesepakatan tersebut, tetapi di Amerika Serikat, mereka akan terus menemukan dukungan untuk perpanjangan," tambahnya.

Gencatan Senjata di Gaza Menuai Ketegangan: Bantuan dan Risiko Kemanusiaan

Gencatan senjata awal yang berlangsung selama empat hari, disepakati oleh kelompok Palestina Hamas dan Israel, telah diperpanjang dua kali. Namun, kini, ada kemungkinan permusuhan kembali terjadi karena gencatan senjata tersebut akan berakhir pada Kamis malam. Konflik di Gaza telah menelan korban lebih dari 15.000 warga, termasuk lebih dari 6.150 anak-anak dan 4.000 perempuan.

Dalam upaya untuk meredakan ketegangan, AS menekankan perlunya perpanjangan jeda kemanusiaan. Selain itu, gencatan senjata memberikan kesempatan bagi bantuan kemanusiaan yang lebih besar masuk ke Gaza. Meskipun demikian, kebutuhan di wilayah tersebut meningkat secara drastis, dengan lebih dari 1,7 juta warga Palestina menjadi pengungsi.

Sekjen PBB, Antonio Guterres, juga menyerukan gencatan senjata yang lebih kuat, menyatakan bahwa bantuan yang diterima masih tidak mencukupi dan bahwa akses kemanusiaan yang aman adalah kebutuhan mendesak. "Warga sipil di Gaza membutuhkan bantuan kemanusiaan dan bahan bakar yang terus menerus mengalir ke dalam dan di seluruh wilayah tersebut. Akses kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan bagi semua yang membutuhkan sangatlah penting," ujar Guterres kepada Dewan Keamanan PBB seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com. (mg-1/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow