Anies Baswedan Ungkap Keprihatinan Terkait Ancaman Kecurangan Pemilu 2024
Calon Presiden dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan, mengungkapkan keprihatinannya terkait adanya dugaan kecurangan dan manipulasi yang muncul menjelang Pemilu 2024.
Jakarta, (afederasi.com) - Calon Presiden dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan, mengungkapkan keprihatinannya terkait adanya dugaan kecurangan dan manipulasi yang muncul menjelang Pemilu 2024.
Anies, yang telah berpengalaman dalam Pemilu sejak 2004, 2009, 2014, dan 2019, menyampaikan bahwa isu-isu semacam ini tidak pernah menjadi perbincangan serius menjelang Pemilu sebelumnya.
Dalam sambutannya di acara relawan Garda Matahari di Gedung Joang '45, Jakarta Pusat, Anies menyoroti perubahan suasana, "Tidak pernah menjelang Pemilu kita bicara tentang hati-hati dengan kecurangan. Kita semua menyongsong Pemilu dengan perasaan optimis," ujar Anies dalam sambutannya di acara relawan Garda Matahari di Gedung Joang '45, Jakarta Pusat, seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.
Anies Baswedan menilai bahwa munculnya narasi-narasi tentang potensi kecurangan dan manipulasi Pemilu 2024 mencerminkan adanya suasana ketidakpercayaan yang tumbuh di kalangan masyarakat.
Menurutnya, kondisi ini harus dihadapi dengan serius agar kepercayaan rakyat terhadap penyelenggaraan Pemilu dapat dipulihkan.
"Mengapa akhir-akhir ini kita bicara tentang jangan sampai ada kecurangan, Jangan sampai ada ketidakadilan, jangan sampai ada manipulasi," tegas Anies, mencerminkan kegelisahannya terhadap perkembangan situasi politik.
Anies menekankan bahwa gerakan perubahan yang diusungnya bersama Muhaimin Iskandar merupakan jawaban atas ketidakpercayaan masyarakat.
Tujuan utamanya adalah mengembalikan kepercayaan rakyat kepada negara, pemerintah, dan lembaga-lembaga yang bertanggung jawab atas kepentingan rakyat.
"Perubahan ini akan mengembalikan kepercayaan kepada negara, mengembalikan kepercayaan kepada pemerintah, mengembalikan kepercayaan kepada institusi-institusi yang menjalankan kepentingan rakyat, mengembalikan kepercayaan itu adalah perubahan," papar Anies, menjelaskan visi dan misi koalisi perubahan.
Anies Baswedan juga mengingatkan bahwa jika penyimpangan terus dibiarkan, hal tersebut dapat menjadi ancaman serius yang sulit dikendalikan.
Dia berpendapat bahwa toleransi terhadap penyimpangan hanya akan membuatnya semakin meluas dan berdampak buruk pada kestabilan politik.
"Penyimpangan itu kalau ditoleransi sedikit, penyimpangan toleransi dia akan melebar, melebar, melebar terlalu jauh. Maka yang pegang kemenangan tidak punya kewibawaan untuk mengembalikan lagi," ungkap Anies, menggarisbawahi urgensi penanganan penyimpangan sejak dini.
Dalam konteks ini, Anies Baswedan bersama Muhaimin Iskandar secara resmi menjadi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dalam Pemilu 2024.
Keduanya telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dan mendapatkan nomor urut 1 dalam Pilpres 2024. Dengan keyakinan pada perubahan, pasangan ini siap bersaing dan mewujudkan perubahan positif bagi negara.(mg-3/mhd)
What's Your Reaction?



