Alami Keterbatasan Keuangan, Kaum Menengah di Indonesia Bingung Memilih Antara Gaya Hidup Atau Menyiapkan Masa Depan

Masyarakat urbanites, yang merupakan bagian besar dari kelas menengah di Indonesia, menunjukkan proporsi yang signifikan dalam survei terbaru.

13 Sep 2023 - 10:07
Alami Keterbatasan Keuangan, Kaum Menengah di Indonesia Bingung Memilih Antara Gaya Hidup Atau Menyiapkan Masa Depan
Ilustrasi masyarakat (unsplash.com/Jacek Dylag)

Jakarta, afederasi.com - Masyarakat urbanites, yang merupakan bagian besar dari kelas menengah di Indonesia, menunjukkan proporsi yang signifikan dalam survei terbaru. Menurut studi yang dilakukan oleh digibank by DBS, sekitar 26 persen dari masyarakat kelas menengah adalah kaum urbanites. Mereka terkenal dengan gaya hidup mereka yang aktif dan modern.

Dalam gaya hidup mereka, urbanites cenderung mengalokasikan sebagian besar pendapatan mereka, sekitar 70 persen, untuk kebutuhan primer dan sekunder. Namun, 30 persen sisanya mereka alokasikan untuk rencana jangka pendek, seperti liburan, hobi, dan gaya hidup yang unik.

Meskipun telah melakukan perencanaan finansial dan memiliki alokasi dana, mereka masih menghadapi beberapa kekhawatiran. Salah satu kekhawatiran utama adalah kurangnya dana untuk menikmati hidup, banyaknya prioritas yang harus dihadapi, dan adanya kejadian tak terduga dalam keluarga mereka.

Menurut survei ini, urbanites sering dihadapkan pada pilihan sulit antara menikmati hidup saat ini atau mempersiapkan masa depan finansial mereka. Keterbatasan keuangan seringkali membuat mereka merasa bersalah ketika harus membuat keputusan penting terkait gaya hidup mereka.

Studi ini juga sejalan dengan temuan dari Ipsos Global Happiness 2023 yang menyatakan bahwa salah satu faktor yang dapat meningkatkan kebahagiaan masyarakat Indonesia adalah memiliki kondisi keuangan yang kuat.

Dalam survei yang dilakukan oleh digibank by DBS, ada beragam persona gaya hidup yang ditemukan di antara urbanites. Sebanyak 39 persen dari responden memprioritaskan kebutuhan rumah tangga seperti memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, 26 persen lainnya lebih fokus pada mengoptimalkan pengalaman hidup, seperti merencanakan liburan dan membeli barang mewah.

Sebagian responden, sekitar 14 persen, memiliki aspirasi untuk memenuhi kesenangan pribadi dan kebutuhan sosial, seperti membeli kendaraan baru atau mengganti gadget. Selanjutnya, ada juga 12 persen responden yang secara konsisten membangun keuangan mereka untuk mencapai kebebasan masa depan, termasuk mempersiapkan pendidikan anak dan dana pensiun. Terakhir, 9 persen responden sangat aktif dan ambisius dalam membangun keuangan mereka, termasuk merenovasi dan mengembangkan properti.

Dalam menghadapi berbagai tantangan terkait gaya hidup dan keuangan, urbanites dapat memanfaatkan berbagai trik cerdik yang ditawarkan oleh digibank by DBS. Erline Diani, Head of Digital Banking PT Bank DBS Indonesia, mengungkapkan, "Melalui kampanye #JalaniCerdikmu, kami berkomitmen untuk berperan sebagai sahabat yang memberikan banyak tips dan trik cerdik melalui beragam solusi perbankan yang dibutuhkan nasabah dalam satu aplikasi."

Dengan kampanye ini, nasabah digibank by DBS dapat memanfaatkan beragam cara cerdik yang ada dalam aplikasi, seperti menjaga cashflow agar dana mereka tumbuh maksimal. Hal ini diharapkan dapat membantu nasabah mencapai kebahagiaan saat ini tanpa mengabaikan kebutuhan masa depan mereka.(mg-2/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow