4 Nelayan Lamongan yamg Terombang-ambing di Laut Akhirnya Berhasil Dievakuasi
Lamongan, (afederasi.com) – Suasana haru menyelimuti Desa Weru, Kecamatan Paciran, Lamongan, saat empat nelayan lokal yang sempat terombang-ambing di tengah laut akibat cuaca ekstrem "Baratan" akhirnya tiba di rumah dengan selamat. Minggu, (18/1/2026) sore. Kepulangan mereka disambut langsung oleh Kepala Desa Weru bersama Ketua Rukun Nelayan setempat.
Keempat nelayan tersebut berhasil dievakuasi setelah kapal mereka karam dihantam gelombang tinggi di perairan Jawa. Beruntung, Kapal Kargo Tal Star yang sedang melintas merespons cepat sinyal darurat dan melakukan aksi penyelamatan di tengah kondisi laut yang mencekam.
Sekretaris DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan, Murod, yang mewakili Ketua HNSI Lamongan, Sukri, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini.
"Kami atas nama keluarga besar HNSI Lamongan mengucapkan banyak terima kasih kepada kru Kapal Tal Star dan manajemen PT DPL (Dok Pantai Lamongan) atas respons cepat, pertolongan, dan kerja samanya yang luar biasa," ujar Murod saat dikonfirmasi, Minggu, (18/1/2026) malam.
Murod menambahkan bahwa sinergi antara pelaku industri maritim dan masyarakat nelayan sangat krusial, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem seperti musim Baratan yang sulit diprediksi.
Keempat nelayan berhasil mendarat dengan selamat di pelukan keluarga, meski kapal yang mereka gunakan dilaporkan tenggelam. Mengingat lokasi kejadian dan kedalaman laut, kapal tersebut kemungkinan besar tidak dapat dievakuasi.
"Yang terpenting adalah keselamatan nyawa para nelayan. Meskipun kapal mereka harus tenggelam diterjang amukan ombak Baratan, kami bersyukur mereka bisa kembali ke rumah tanpa kurang suatu apa pun," tutupnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para nelayan di Pantura Lamongan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan selama melaut di tengah kondisi cuaca yang sedang tidak bersahabat. (yan)
What's Your Reaction?



