Waspada PMK Kembali Merebak, 213 Ribu Ternak di Tulungagung Disuntik Vaksin Booster
Tulungagung, (afederasi.com)– Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) mulai mengambil langkah protektif menyusul kembali munculnya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di sejumlah wilayah.
Sebagai upaya membentengi sektor peternakan, otoritas setempat kembali menggencarkan program vaksinasi booster secara masif yang menyasar ratusan ribu hewan ternak.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPKH Tulungagung, drh. Tutus Sumaryani, menegaskan bahwa percepatan vaksinasi ini merupakan langkah antisipatif yang krusial.
Hal ini dilakukan guna memutus rantai penyebaran virus dan memastikan tidak terjadi lonjakan kasus yang dapat memukul ekonomi para peternak lokal.
"Pemberian vaksin PMK ini sebagai langkah pencegahan agar kasus PMK tidak kembali melonjak. Saat ini vaksinasi kembali kami galakkan untuk seluruh populasi ternak yang rentan," ujar Tutus saat ditemui pada Kamis (5/2/2026).
Berdasarkan data terbaru dari DPKH Tulungagung, cakupan vaksinasi booster telah menyentuh angka 213.071 ekor ternak. Secara rinci, jumlah tersebut mencakup 74.652 ekor sapi, 21 ekor kerbau, 126.849 ekor kambing, 7.450 ekor domba, serta 4.100 ekor babi yang tersebar merata di berbagai kecamatan di Tulungagung.
Tutus menjelaskan bahwa keberagaman jenis ternak yang divaksin menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memproteksi seluruh ekosistem peternakan.
Mengenai ketersediaan logistik, Tutus memaparkan bahwa pada awal tahun 2026 ini pihaknya telah menyalurkan sisa stok tahun lalu sebanyak 5.000 dosis.
Selain itu, Tulungagung baru saja menerima pasokan tambahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada tahap pertama tahun ini.
"Kami menerima tambahan vaksin PMK sebanyak 17 ribu dosis dari Pemprov Jatim. Estimasi kami, penyuntikan 17 ribu dosis ini akan selesai pada akhir Maret 2026 dengan prioritas utama ternak yang paling rentan, terutama sapi," ungkapnya lebih lanjut.
Kendati pasokan terus mengalir, DPKH Tulungagung tetap berencana mengajukan usulan tambahan sebanyak 213.071 dosis kepada Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur guna memastikan seluruh populasi ternak mendapatkan perlindungan jangka panjang.
Meskipun realisasinya nanti dilakukan secara bertahap, Tutus optimis dukungan dari tingkat provinsi akan tetap kuat mengingat posisi strategis wilayah ini.
"Tulungagung merupakan salah satu wilayah produsen ternak utama di Jawa Timur, sehingga kami mendapat perhatian khusus dari Pemprov dalam penanganan PMK. Hal ini sangat membantu kami dalam menjaga capaian vaksinasi agar tetap tinggi dan menekan potensi wabah," pungkasnya.(riz/dn)
What's Your Reaction?



