Toyota Indonesia Memimpin Perkembangan Menuju Net Zero Emission 2060

Toyota, produsen otomotif terbesar di Indonesia, telah mengambil langkah progresif menuju masa depan berbasis Net Zero Emission (NZE) 2060 di Indonesia.

09 Nov 2023 - 08:59
Toyota Indonesia Memimpin Perkembangan Menuju Net Zero Emission 2060
Toyota Mirai, mobil bertenaga sel bahan bakar yang menggunakan Hidrogen sebagai sumber energi (Shutterstock).

Yogyakarta, (afederasi.com) - Toyota, produsen otomotif terbesar di Indonesia, telah mengambil langkah progresif menuju masa depan berbasis Net Zero Emission (NZE) 2060 di Indonesia. Dalam upayanya untuk mencapai tujuan ini, perusahaan otomotif tersebut telah mengusung beragam solusi. Menurut Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Toyota menyediakan berbagai teknologi kendaraan, mulai dari kendaraan konvensional yang dapat menggunakan bahan bakar bio hingga kendaraan listrik, termasuk kendaraan hybrid, plug-in electric vehicle, battery electric vehicle, dan Fuel-cell electric vehicle.

Pernyataan ini disampaikan dalam seminar nasional bertajuk "Percepatan pengembangan ekosistem hidrogen di sektor industri dan transportasi menuju Net Zero Emission (NZE) 2060 di Indonesia," yang diselenggarakan di Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Rabu (8/11/2023) seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Dalam sambutannya, Nandi Julyanto menekankan pentingnya sumber daya Indonesia dalam mendukung kebutuhan energi masa depan. Situasi ini sejalan dengan teknologi yang dimiliki Toyota, yang akan melengkapi satu sama lain dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti infrastruktur, energi terbarukan, dan preferensi konsumen di berbagai wilayah. Dengan pendekatan ini, diharapkan semua pihak dapat berkontribusi untuk mengurangi emisi sesuai dengan prinsip 'no one left behind'.

Indonesia memiliki potensi besar dalam Kapasitas Energi Baru Terbarukan (EBT), termasuk potensi EBT hidrogen dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang tersebar di berbagai wilayah. Potensi ini mampu memproduksi listrik hingga 3.000 gigawatt (GW), namun baru dimanfaatkan sekitar 12,5 GW saat ini. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia memiliki keyakinan yang kuat untuk mengembangkan industri hidrogen di masa depan, dengan Singapura masih mengandalkan Indonesia untuk kebutuhan hidrogen hijau.

Toyota telah memainkan peran penting dalam revolusi transportasi dengan menghadirkan berbagai mobil listrik tenaga baterai, serta meluncurkan Toyota Mirai, mobil tenaga alternatif berbasis hidrogen. Nandi Julyanto menegaskan bahwa pemanfaatan sumber daya alam yang ada untuk mengurangi emisi adalah kunci untuk mencapai target NZE demi masa depan yang lebih hijau, terutama dalam sektor transportasi.

Sebagai bagian dari upaya mencapai NZE 2060 di Indonesia, seminar nasional ini akan mengulas tantangan sosial-ekonomi dan transformasi digital dalam pengembangan energi alternatif di sektor transportasi yang berfokus pada teknologi hidrogen. Acara tersebut juga menampilkan keynote speech oleh Menteri Koordinator Perekonomian RI Airlangga Hartarto, serta kontribusi dari berbagai tokoh seperti rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Andriah Feby Misna, serta Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Mereka semua berperan dalam mewujudkan visi dan strategi pemerintah dalam pengembangan energi hijau guna mencapai target Net Zero Emission (NZE) di masa depan.(mg-2/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow