Survei Epidemiologi Dinkes Tulungagung Temukan Tambahan Kasus, Total 15 Pelajar SMK Sore Alami Gangguan Kesehatan

23 Jan 2026 - 18:00
Survei Epidemiologi Dinkes Tulungagung Temukan Tambahan Kasus, Total 15 Pelajar SMK Sore Alami Gangguan Kesehatan
Seluruh pelajar SMK Sore Tulungagung menjalani survei epidemiologi menyusul insiden dugaan keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (rizky/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) – Seluruh pelajar SMK Sore Tulungagung menjalani survei epidemiologi menyusul insiden dugaan keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi pada Jumat (23/1/2026). Dalam proses tersebut, petugas menemukan adanya tambahan siswa yang mengalami gangguan kesehatan, sehingga total pelajar terdampak kini mencapai 15 orang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, dr. Aris Setiawan, menjelaskan bahwa survei epidemiologi menyasar seluruh pelajar SMK Sore Tulungagung yang berjumlah sekitar 2.900 siswa. Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah masih ada pelajar lain yang mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi menu MBG.

“Survei ini bertujuan untuk mengetahui secara menyeluruh apakah terdapat tambahan pelajar yang mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi MBG,” ujar dr. Aris, Jumat (23/1/2026).

Dalam pelaksanaan survei tersebut, petugas mendapati empat pelajar yang sempat mengalami gejala serupa dan mendapatkan perawatan di Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Keempatnya diketahui dalam kondisi stabil dan membaik setelah mendapat penanganan berupa pemberian obat-obatan ringan, sehingga diperbolehkan pulang.

“Saat survei epidemiologi berlangsung, kami menemukan empat pelajar yang dirawat di UKS dengan gejala yang sama. Namun kondisinya sudah membaik dan sudah diperkenankan pulang,” jelasnya.

Selain itu, Dinkes Tulungagung juga menerima laporan dari Puskesmas Simo dan Puskesmas Beji terkait kedatangan pelajar SMK Sore yang mengeluhkan gejala keracunan makanan. Masing-masing puskesmas tercatat menerima satu pelajar yang datang untuk mendapatkan perawatan medis.

Dengan tambahan tersebut, total pelajar SMK Sore Tulungagung yang mengalami gejala keracunan makanan diduga akibat mengonsumsi menu MBG dari SPPG Moyoketen I mencapai 15 orang. Angka ini bertambah enam siswa dari data awal yang sebelumnya mencatat sembilan pelajar terdampak.

“Yang datang ke Puskesmas Beji ada satu pelajar dan di Puskesmas Simo juga satu pelajar. Kami masih terus melakukan pemantauan di seluruh puskesmas,” ungkap dr. Aris.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Dinkes Tulungagung akan terus melakukan pemantauan kesehatan terhadap pelajar dan guru di SMK Sore Tulungagung selama dua hari ke depan. Di sisi lain, pihaknya juga telah mengambil sampel makanan yang dikonsumsi pelajar untuk dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

Hasil uji laboratorium tersebut nantinya akan menjadi dasar rekomendasi dalam menentukan kebijakan operasional SPPG Moyoketen I ke depan, termasuk evaluasi penerapan standar operasional prosedur (SOP) mulai dari penerimaan bahan makanan, proses pengolahan, hingga penyajian.

“Saat pengambilan sampel kemarin, kami juga sekaligus melakukan investigasi. Namun untuk kesimpulan akhir, kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” pungkasnya.(riz/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow