SPPG Moyoketen 1 Tegaskan Penyebab Gangguan Kesehatan Siswa Masih Menunggu Hasil Uji Laboratorium
Tulungagung, (afederasi.com) – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Moyoketen 1 memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa SMK Sore Tulungagung, yang sebelumnya dikaitkan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala SPPG Moyoketen 1, Arinia, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus permohonan maaf atas insiden tersebut. Ia menegaskan, hingga saat ini penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung terhadap sampel makanan MBG.
“Selama belum ada hasil resmi dari pemeriksaan laboratorium, belum dapat disimpulkan bahwa sumber gangguan kesehatan berasal dari makanan MBG,” jelas Arinia, Jumat (23/1/2026).
Ia menambahkan, seluruh proses pengolahan dan pengemasan makanan MBG di SPPG Moyoketen 1 telah dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Badan Gizi Nasional (BGN). Proses tersebut berada di bawah pengawasan tenaga ahli gizi, kepala dapur, serta relawan yang telah dibekali pemahaman standar keamanan pangan.
Meski demikian, sebagai bentuk tanggung jawab, SPPG Moyoketen 1 tetap melakukan evaluasi internal secara menyeluruh tanpa menunggu hasil akhir pemeriksaan laboratorium.
“Memang semua masih menunggu hasil laboratorium untuk mengetahui penyebab pastinya,” tegasnya.
Dalam keterangannya, Arinia juga menyoroti tidak tersedianya sampel muntahan siswa saat penanganan awal kejadian. Padahal, secara epidemiologis, sampel biologis tersebut sangat penting untuk menelusuri sumber kontaminasi secara ilmiah.
“Sampel yang diambil berasal dari SPPG, bukan dari hasil muntahan siswa,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipatif, pihaknya melakukan pengetatan operasional dapur sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tahapan kerja. Selama proses evaluasi berlangsung, operasional SPPG Moyoketen 1 dihentikan sementara.
“Untuk sementara waktu, operasional dapur kami hentikan sambil menunggu hasil uji laboratorium serta keputusan lanjutan dari Badan Gizi Nasional,” katanya.
Arinia menegaskan, meskipun belum dapat dipastikan sumber gangguan kesehatan berasal dari SPPG, pihaknya tetap bertanggung jawab secara moral dengan menjenguk dan memastikan kondisi para siswa yang terdampak.
Terkait aspek perizinan, Arinia menyebut SPPG Moyoketen 1 telah memenuhi persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Proses pengajuan sertifikasi telah dilakukan melalui sistem daring resmi dan saat ini masih menunggu penerbitan sertifikat. Selain itu, uji kualitas air baku juga telah dilakukan dan dinyatakan layak untuk digunakan.
“Kami terus melakukan perbaikan dan memastikan keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis,” pungkasnya.(riz/dn)
What's Your Reaction?



