Festival Jaranan Trenggalek Tembus KEN 2026, Novita Hardini Dorong Trenggalek Jadi Bumi Tarian Kuda

23 Jan 2026 - 21:49
Festival Jaranan Trenggalek Tembus KEN 2026, Novita Hardini Dorong Trenggalek Jadi Bumi Tarian Kuda
Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) kembali menorehkan prestasi membanggakan (ist)

Trenggalek, (afederasi.com) – Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Gelaran budaya yang telah memasuki edisi ke-29 pada September 2025 itu resmi masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Masuknya FJTT ke dalam kalender nasional tersebut tidak lepas dari perjuangan Novita Hardini, anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) VII Jawa Timur yang meliputi Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Magetan, dan Ngawi. Ia menyampaikan kebanggaannya atas terpilihnya Festival Jaranan Trenggalek Terbuka sebagai salah satu dari 125 event unggulan nasional tahun 2026.

“Kami bangga karena Festival Jaranan Trenggalek Terbuka terpampang di akun resmi Karisma Event Nusantara sebagai salah satu dari 125 event KEN yang direncanakan Kementerian Pariwisata tahun ini,” ujar Novita.

Selain Festival Jaranan Trenggalek Terbuka, Novita juga mengungkapkan bahwa dirinya turut memperjuangkan dua festival lain di wilayah dapilnya agar dapat masuk dalam agenda KEN 2026. Dari Kabupaten Ponorogo, terdapat Festival Nasional Reog Ponorogo dan Grebeg Suro, sementara dari Kabupaten Pacitan ada Festival Ronthek.

Ia menambahkan, Jawa Timur kembali menjadi salah satu provinsi dengan jumlah event terbanyak dalam KEN 2026. Secara keseluruhan, terdapat 11 festival dari Jawa Timur yang berhasil masuk agenda nasional tersebut setelah melalui proses usulan dari pemerintah provinsi serta kabupaten/kota, dan kemudian diseleksi serta ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata.

Dengan ditetapkannya FJTT sebagai event KEN 2026, Novita Hardini bersama Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin berkomitmen menjadikan Trenggalek sebagai bumi tarian jaranan. Tidak hanya menampilkan kesenian jaranan khas Trenggalek, Turonggo Yakso, tetapi juga membuka ruang bagi berbagai ragam tarian kuda dari berbagai daerah.

“Alhamdulillah, keberhasilan ini adalah bagian dari upaya mengawal aspirasi kemajuan daerah di Dapil VII, khususnya sektor pariwisata. Tentu capaian ini harus disambut baik dan dikawal oleh pemerintah daerah agar mampu menyajikan event-event kreatif dan berkualitas secara berkelanjutan,” imbuhnya.

Novita yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek meyakini, konsistensi pemerintah daerah dalam menghadirkan event berkualitas akan menjadi magnet wisata sekaligus berdampak langsung pada peningkatan kunjungan wisatawan.

“Untuk saat ini sudah ada tiga kabupaten di Dapil VII yang berhasil kami perjuangkan. Dengan terbukanya konektivitas dengan Kementerian Pariwisata, kami berharap hal ini dapat membawa dampak positif bagi pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(pb/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow