Dua Bulan Terisolir Banjir, Warga Bojoasri Lamongan Bangun Jembatan Bambu Swadaya

28 Jan 2026 - 00:04
Dua Bulan Terisolir Banjir, Warga Bojoasri Lamongan Bangun Jembatan Bambu Swadaya
Warga Bojoasri Lamongan Gotong Royong Membangun Jembatan Darurat yang Terbuat dari Bambu Sepanjang 70 Meter (Iyan Farikh/afederasi.com)
Dua Bulan Terisolir Banjir, Warga Bojoasri Lamongan Bangun Jembatan Bambu Swadaya

Lamongan, (afederasi.com) – Sudah dua bulan lamanya warga di Dusun Waru dan Dusun Pandantoyo, Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Lamongan, Jawa Timur, hidup dalam kepungan banjir. Akibat akses jalan utama yang lumpuh total, warga akhirnya memutuskan untuk bergotong royong membangun jembatan darurat dari bambu sepanjang 70 meter secara swadaya pada Selasa (27/1/2026).

Jembatan dengan lebar satu meter ini menjadi tumpuan harapan baru bagi masyarakat setempat. Pasalnya, selama delapan minggu terakhir, praktis tidak ada kendaraan yang bisa melintas. Warga harus bergantung pada perahu atau nekat menerobos genangan air yang cukup dalam hanya untuk keluar-masuk desa.

Pembangunan jembatan ini digerakkan oleh inisiatif warga yang merasa iba melihat anak-anak sekolah dan warga lansia yang kesulitan beraktivitas. Dengan adanya jembatan bambu ini, aktivitas ekonomi dan pendidikan diharapkan tidak lagi lumpuh total.

Moh Hasib, selaku penggerak aksi pembangunan jembatan, menjelaskan bahwa tujuan utama proyek swadaya ini adalah memangkas ketergantungan warga pada perahu.

"Dengan dibangunnya jembatan darurat tersebut, warga terdampak banjir dan anak-anak sekolah bisa memanfaatkan jembatan untuk aktivitas sehari-hari tanpa harus menerobos banjir seperti sebelumnya," ujar Moh Hasib saat ditemui di lokasi.

 

Senada dengan Hasib, warga setempat merasa sangat terbantu dengan adanya jalur alternatif ini meski hanya terbuat dari bambu. Bagi mereka, jembatan ini adalah penyambung hidup yang lebih aman dibandingkan harus berjalan di tengah genangan air.

"Selama ini kami kesulitan kalau mau keluar desa. Sekarang setidaknya ada jalan yang lebih aman untuk dilewati tanpa harus basah-basahan terus," kata Zainal Abidin, salah satu warga Dusun Waru. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow