SPKLU Minim, Kendaraan Listrik Belum Dilirik Warga Tulungagung
Tulungagung, (afederasi.com) – Minimnya fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dinilai menjadi salah satu faktor utama rendahnya minat masyarakat Kabupaten Tulungagung terhadap kendaraan listrik. Kondisi tersebut berdampak pada lambatnya pertumbuhan populasi kendaraan ramah lingkungan di daerah ini dibandingkan kendaraan konvensional.
Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, tren penggunaan kendaraan listrik di Tulungagung tercatat belum menunjukkan lonjakan signifikan. Data Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Tulungagung sejak tahun 2021 hingga 2025 hanya mencatat sebanyak 370 unit kendaraan listrik yang terdaftar.
Kanit Registrasi dan Identifikasi (Regident) Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Kistelya Ray Patayama, mengungkapkan bahwa jumlah tersebut masih sangat kecil jika dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar fosil.
“Peminat kendaraan listrik di Tulungagung memang masih rendah. Setiap tahun ada peningkatan, tetapi jumlahnya belum signifikan,” ujar Iptu Kistelya, Jumat (9/1/2026).
Dari total 370 unit kendaraan listrik yang terdata, sebanyak 340 unit merupakan kendaraan roda dua dan hanya 33 unit kendaraan roda empat. Angka ini menunjukkan bahwa adopsi kendaraan listrik, khususnya mobil listrik, masih jauh tertinggal.
Secara administratif, lanjut Kistelya, tidak terdapat perbedaan berarti antara kendaraan listrik dan kendaraan konvensional. Bahkan, kendaraan listrik mendapatkan keringanan pajak yang lebih murah.
“Pajak kendaraan listrik lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional. Perbedaannya hanya pada warna lis Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), yakni berwarna biru,” jelasnya.
Meski memiliki sejumlah keunggulan, rendahnya ketersediaan infrastruktur pengisian daya menjadi kendala utama. Saat ini, Kabupaten Tulungagung hanya memiliki satu unit SPKLU yang berlokasi di kantor PLN Tulungagung.
“Keterbatasan SPKLU menjadi pertimbangan masyarakat. Di Tulungagung, fasilitas pengisian kendaraan listrik baru tersedia satu lokasi,” ungkapnya.
Di sisi lain, kendaraan konvensional masih mendominasi jalanan di Tulungagung. Sepanjang tahun 2025, jumlah kendaraan baru yang terdaftar mencapai sekitar 21 ribu unit, dengan mayoritas merupakan kendaraan roda dua.
“Total kendaraan baru pada tahun 2025 mencapai 21 ribu unit, dan paling banyak adalah sepeda motor,” pungkas Kistelya.(riz/dn)
What's Your Reaction?


