Remaja di Bondowoso Diduga Tewas Dikeroyok Usai Tonton Gobak Sodor, Keluarga Tolak Autopsi
Sebelumnya B disebut bersitegang dengan sekelompok pemuda di sela pertandingan persahabatan Gobak Sodor di Desa Tanggulangin, Rabu (30/8/2023) malam.
Bondowoso, (afederasi.com) - Seorang remaja berinisial B, warga Desa Tanggulangin, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso diduga tewas dikeroyok oleh sekelompok orang, Jumat (1/9/2023) malam.
Hasil penelusuran Afederasi, sebelumnya B disebut bersitegang dengan sekelompok pemuda di sela pertandingan persahabatan Gobak Sodor di Desa Tanggulangin, Rabu (30/8/2023) malam.
Muramin, perangkat desa Tanggulangin membenarkan tewasnya B pada Sabtu (2/9/2023) pagi dengan sejumlah luka lebam di tubuhnya.
"Waktu kritis, yang mengantarkan ke Puskesmas pak kampung Hamid," tuturnya Minggu (3/9/2023).
Muramin menyebut, B adalah remaja yang hidup di keluarga Broken Home karena bapak dan ibunya berpisah.
"Dia tinggal bersama neneknya. Setelah neneknya meninggal, dia hidup luntang lantung dan menjadi pengangguran," ungkapnya.
Pada Rabu (30/8/2023) malam, B menonton pertandingan persahabatan Gobak Sodor antara tim Desa Tanggulangin vs Desa Kretek.
"Kataya, ada yang melihat B memegangi seorang cewek dari Kretek dan mencoba menuangkan miras ke mulutnya," ucapnya.
Melihat kejadian itu, beberapa suporter dari Kretek termasuk sang pacar dari wanita itu memukuli B dan sempat dilerai oleh warga.
"Malam sabtunya dengar informasi kalau B dikeroyok di Desa Mandiro (Kecamatan Tegalampel) sampai harus dilarikan ke Puskesmas," paparnya.
Kendati sudah menjalani serangkaian penanganan medis, pada Sabtu (2/9/2023) pagi nyawa B tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Kapolsek Tegalampel, AKP Tulus Suseno mengaku awalnya tidak mengetahui informasi tentang pengeroyokan kepada B.
"Saya gak tahu. Karena gak ada laporan yang masuk saat pengeroyokan di pertandingan Gobak Sodor itu," ucap AKP Tulus dikonfirmasi via sambungan telepon, Minggu (3/9/2023) malam.
Polsek Tegalampel baru mendengar informasi tentang dugaan pengeroyokan kedua pada Jumat (1/9/2023) malam.
"Kasus ini langsung ditangani Polres. Satreskrim yang turun ke lapangan," akunya.
Kasat Reskrim Polres Bondowoso, AKP Joko Santoso membenarkan tentang tewasnya B namun pihak keluarga korban menolak autopsi terhadap jenazah.
"Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah. Tapi penyelidikan tetap kami lakukan," tegasnya. (den)
What's Your Reaction?



