Ratusan Siswa di Lamongan Meriahkan Festival Olahraga Tradisional, Dari Lari Balok Hingga Gobak Sodor

Para juara dalam ajang ini nantinya akan mendapatkan pembinaan lanjutan untuk dipersiapkan menuju kompetisi tingkat provinsi di Surabaya. Kami yakin Lamongan memiliki potensi besar untuk mencetak atlet olahraga tradisional yang berprestasi," imbuhnya.

06 May 2026 - 08:53
Ratusan Siswa di Lamongan Meriahkan Festival Olahraga Tradisional, Dari Lari Balok Hingga Gobak Sodor
Sejumlah Siswa saat Berkompetisi Dalam Cabang Gobak Sodor pada Festival Olahraga Tradisional 2026 di GOR Sport Center Lamongan (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afedeeasi.com) – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Lamongan kembali menghidupkan semangat pelestarian budaya melalui Festival dan Kejuaraan Olahraga Tradisional 2026. Ratusan siswa sekolah dasar (SD) sederajat tampak memadati GOR Sport Center Lamongan. Rabu, (6/5/2026).

Ajang tahunan ini menjadi upaya nyata Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam menjaga eksistensi permainan rakyat di tengah arus modernisasi, sekaligus menjadi panggung untuk menjaring bibit atlet muda berbakat sejak usia dini.

Berbagai cabang olahraga tradisional yang sarat akan nilai ketangkasan diperlombakan, mulai dari Egrang, Lari Balok, hingga Gobak Sodor. Dari sekian banyak cabang, Gobak Sodor menjadi primadona dengan partisipasi sebanyak 18 tim putra dan 16 tim putri.

Kepala Disbudporapar Kabupaten Lamongan, Siti Rubikah, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wadah pembinaan strategis agar generasi muda tidak kehilangan identitas budayanya.

"Kegiatan ini merupakan wadah pembinaan agar generasi muda mengenal dan mencintai identitas budayanya. Kami ingin nilai-nilai sportivitas dan kearifan lokal ini tertanam sejak dini," ujar Siti Rubikah saat meninjau jalannya perlombaan.

Lebih lanjut, Siti Rubikah menambahkan bahwa para juara dalam ajang ini tidak akan berhenti di tingkat kabupaten saja, melainkan akan diproyeksikan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Para juara dalam ajang ini nantinya akan mendapatkan pembinaan lanjutan untuk dipersiapkan menuju kompetisi tingkat provinsi di Surabaya. Kami yakin Lamongan memiliki potensi besar untuk mencetak atlet olahraga tradisional yang berprestasi," imbuhnya.

Antusiasme tinggi juga terpancar dari raut wajah para peserta. Pipit, salah satu peserta yang ikut bertanding, mengaku sangat menikmati jalannya lomba meskipun harus memeras keringat menghadapi strategi lawan.

"Sangat senang dan tertantang mengikuti perlombaan ini. Tadi di lapangan seru sekali, kita harus pintar-pintar cari celah buat menang," ungkap Pipit.

Senada dengan Pipit, Rani yang juga menjadi peserta dalam festival ini menilai olahraga tradisional memiliki keunikan tersendiri dibandingkan olahraga modern.

"Selain melatih fisik, olahraga tradisional ini juga mengajarkan kami tentang kerja sama tim dan kekompakan. Kalau tidak kompak, kita pasti sulit menembus pertahanan lawan," kata Rani.

Melalui kejuaraan ini, Pemkab Lamongan berharap dapat terus menjaga warisan leluhur sekaligus mencetak atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama daerah, baik di kancah nasional maupun internasional. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow