Puluhan Siswa SDN 3 Bungur Diduga Keracunan Ayam Suwir pada Menu MBG

Puluhan siswa SDN 3 Bungur, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung, terpaksa dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah mengeluhkan gejala mual dan muntah hebat sesaat setelah menyantap paket makanan yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.

10 Feb 2026 - 14:20
Puluhan Siswa SDN 3 Bungur Diduga Keracunan Ayam Suwir pada Menu MBG
Salah satu siswa ketika menjalani observasi di Puskesmas Karangrejo (rizky/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) – Keceriaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 3 Bungur, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung, berubah menjadi kepanikan massal pada Selasa (10/2/2026). Puluhan siswa terpaksa dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah mengeluhkan gejala mual dan muntah hebat sesaat setelah menyantap paket makanan yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.

Insiden ini bermula ketika para siswa mengonsumsi menu harian yang terdiri dari nasi, ayam suwir, tahu, oseng kacang, dan kurma. Tak lama berselang, puluhan anak mulai menunjukkan gejala klinis yang serupa. Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung mencatat sedikitnya 24 siswa harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Karangrejo karena kondisi fisik yang melemah drastis.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung, dr. Aris Setiawan, mengonfirmasi bahwa sebagian besar siswa mengalami gangguan pencernaan akut. Meski jumlah korban cukup banyak, Aris memastikan bahwa mayoritas siswa hanya memerlukan observasi ringan dan kondisi mereka mulai stabil seiring berjalannya waktu.

"Yang tercatat di fasilitas pelayanan kesehatan ada 24 anak. Tidak semuanya membutuhkan penanganan spesifik, sebagian hanya diobservasi dan kondisinya mulai membaik. Beberapa sudah diperbolehkan pulang, tinggal 3 orang yang masih mendapatkan penanganan medis di Puskesmas," ujar dr. Aris Setiawan, Selasa sore.

Berdasarkan investigasi awal, kecurigaan kuat mengarah pada menu lauk ayam suwir yang diduga sudah tidak layak konsumsi. Menariknya, pihak SPPG Bungur sebenarnya sempat mengendus adanya ketidakberesan pada aroma makanan tersebut sebelum efek sampingnya meluas. Upaya penarikan paket makanan pun sempat dilakukan, namun sayangnya distribusi yang tidak serempak membuat sebagian siswa terlanjur menyantap hidangan tersebut.

"Kepala SPPG sebenarnya sudah curiga dan meminta agar menu yang terdistribusi ditarik dan tidak dikonsumsi. Namun karena waktu distribusi tidak bersamaan, ada makanan yang terlanjur dimakan oleh siswa," tambah Aris menjelaskan kronologi penarikan yang terlambat tersebut.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terhadap total 2.200 porsi makanan yang diproduksi oleh SPPG Bungur 004 untuk wilayah sekolah dasar dan posyandu. Tim Inafis Polres Tulungagung bersama Dinas Kesehatan telah bergerak cepat mengamankan barang bukti berupa sampel makanan utuh serta sampel muntahan dari para siswa untuk diuji secara laboratoris.

Aris menegaskan bahwa hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi bukti kunci untuk menentukan penyebab pasti keracunan ini. Sementara itu, operasional dapur penyedia makanan terancam dihentikan sementara. 

"Kejadian ini akan segera dilaporkan ke Satgas MBG Tulungagung serta Badan Gizi Nasional (BGN) guna evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan pangan dalam program nasional tersebut," tutupnya. (riz/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow