PSI: Perjalanan Perubahan Arah Politiknya Menuju Pilpres 2024

Arah politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam persiapan menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang mengalami perubahan yang sangat berbeda.

25 Oct 2023 - 10:33
PSI: Perjalanan Perubahan Arah Politiknya Menuju Pilpres 2024
Prabowo Subianto dalam acara deklarasi PSI dukung Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024 di Jakarta Theatre. [Suara.com/Novian]

Jakarta, (afederasi.com) - Arah politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam persiapan menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang mengalami perubahan yang sangat berbeda. Partai yang saat ini diperintah oleh Kaesang Pangarep telah mengeluarkan deklarasi dukungan yang mengejutkan pada pasangan Prabowo-Gibran, yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Deklarasi dukungan ini disampaikan dalam acara "Konser Pilpres Santuy: OJO RUNGKAD" yang digelar pada Selasa (24/10/2023) malam, di Ballroom The Jakarta Theatre, Jakarta Pusat.

PSI, yang sebelumnya telah mengusung Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024, mengejutkan banyak pihak dengan perubahan mendukung pasangan Prabowo-Gibran.

Perjalanan PSI menuju Pilpres 2024 memang telah penuh dengan kejutan. Sebelum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memutuskan untuk mencalonkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2024, PSI telah lebih dulu mengambil langkah tersebut pada Oktober 2022. Keputusan ini didasarkan pada hasil polling Rembuk Rakyat yang telah dilakukan sejak Februari 2022.

Dalam hal ini, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natali, secara terbuka menyatakan bahwa Ganjar Pranowo memiliki keunggulan dibandingkan dengan calon-calon lainnya dan telah menunjukkan sikap kebangsaan yang selama ini diperjuangkan oleh PSI.

Namun, langkah PSI untuk mendukung Ganjar tentu saja mendahului PDI Perjuangan, partai yang menjadi tempat Ganjar Pranowo bernaung. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kritianto, menyoroti deklarasi ini dan menekankan pentingnya etika politik dalam menghormati kader partai.

Setelah sorotan terkait dengan deklarasi tersebut, PSI akhirnya meminta maaf karena telah memutuskan untuk mendukung Ganjar Pranowo sebagai capres 2024 sebelum mekanisme internal PDIP mencapai kesepakatan. "Namun, apabila kami PSI dianggap tidak beretika dan telah menyakiti partai lain, kami dengan tulus menyampaikan permohonan maaf," ujar Juru Bicara PSI, Ariyo Bimmo, seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Seiring berjalannya waktu, PSI mulai mengubah arah dukungannya secara terbuka, dan mereka mengadopsi slogan "Tegak Lurus bersama Jokowi". Perubahan ini terjadi seiring dengan ketidakjelasan mengenai arah dukungan Jokowi dalam Pilpres 2024, apakah akan menuju Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto.

Meskipun ada spekulasi bahwa Jokowi condong kepada Prabowo, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natali, mengungkapkan bahwa PSI akan mendukung calon presiden yang direstui oleh Jokowi. Sinyal dukungan PSI kepada Prabowo Subianto semakin kuat ketika Ketua Umum Partai Gerindra mengunjungi kantor DPP PSI pada Rabu (2/8/2023) dan menyatakan kesamaan pandangan.

Pada Senin (25/9/2023), PSI resmi mengganti Ketua Umumnya dari Giring Ganesha menjadi Kaesang Pangarep, putra Presiden Joko Widodo. Keputusan ini terjadi setelah Kaesang bergabung dengan PSI hanya tiga hari sebelumnya. Pergantian kepemimpinan ini semakin memperjelas arah dukungan PSI, karena Jokowi juga semakin jelas dalam memberikan dukungannya kepada Prabowo.

Akhirnya, pada Selasa (24/10/2023) malam, PSI memastikan arah dukungannya dengan mendeklarasikan dukungan pada pasangan Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024. Deklarasi ini digelar di Ballroom The Jakarta Theatre, Jakarta Pusat, dalam acara yang bertajuk "Konser Pilpres Santuy: OJO RUNGKAD." Dengan ini, PSI mengakhiri perjalanan perubahan arah politiknya dalam persiapan Pilpres 2024. (mg-3/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow