PMII Pacitan Minta Pemda Bereskan Sanitasi, Diare Massal Jadi Alarm Kesehatan Lingkungan

03 Feb 2026 - 17:54
PMII Pacitan Minta Pemda Bereskan Sanitasi, Diare Massal Jadi Alarm Kesehatan Lingkungan
Mandataris Ketua Umum PC PMII Pacitan, Sunardi saat sambutan dalam kegiatan. (Foto: Feri/Afederasi)

Pacitan, (afederasi.com) – Kasus diare massal yang sempat terjadi di Kecamatan Sudimoro Pacitan kembali memunculkan sorotan soal kondisi sanitasi. 

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) meminta pemerintah daerah tidak berhenti pada penanganan darurat, tetapi mulai serius membenahi akses sanitasi warga yang dinilai masih menjadi persoalan di lapangan.

Mandataris Ketua Umum PC PMII Pacitan, Sunardi, menilai kejadian tersebut harus menjadi alarm bahwa kesehatan lingkungan belum sepenuhnya aman. 

Apalagi, dugaan penyebab diare massal disebut berkaitan dengan akses sanitasi dan kualitas air yang tidak layak.

“Kasus diare massal kemarin jangan dianggap selesai hanya karena kondisi sudah mereda. Ini alarm serius. Pemda harus bereskan sanitasi,” ungkapnya, Selasa (3/2/2026).

Menurutnya, penanganan kasus seperti ini seharusnya tidak berhenti pada langkah pengobatan.

Pemerintah perlu memastikan ada langkah jangka panjang, mulai dari pendataan sanitasi warga, perbaikan akses jamban, hingga penguatan program pencegahan berbasis lingkungan.

“Kalau memang penyebabnya diduga dari sanitasi, berarti masalahnya bukan baru kemarin. Ini PR lama yang harus dituntaskan,” lanjutnya.

Sunardi juga menyoroti kondisi sanitasi di Pacitan yang belum sepenuhnya merata. 

Berdasarkan data PUPR Pacitan, capaian akses sanitasi layak tercatat sekitar 82,81 persen. 

Artinya, masih terdapat 17,19 persen masyarakat yang belum memiliki akses sanitasi layak.

Angka tersebut dinilai cukup besar jika dikaitkan dengan potensi munculnya penyakit berbasis lingkungan. 

Ia meminta pemerintah daerah tidak menunggu kejadian serupa terulang untuk mulai bergerak lebih serius.

“Kalau masih ada belasan persen warga yang belum punya sanitasi layak, risikonya jelas. Ini bukan sekadar angka. Dampaknya bisa ke kesehatan masyarakat,” tegasnya.

PMII mendorong agar pemerintah daerah menyiapkan langkah nyata yang bisa dirasakan langsung masyarakat. 

Mulai dari memperkuat peran desa dalam membantu warga yang belum memiliki jamban, mempercepat pendampingan sanitasi berbasis masyarakat, hingga memastikan kualitas air di lingkungan warga aman digunakan.

Selain itu, Sunardi meminta adanya koordinasi lintas instansi agar penanganan tidak berjalan sendiri-sendiri. 

“Pemerintah harus punya langkah jelas. Jangan hanya imbauan. Harus ada pendampingan dan solusi yang benar-benar sampai ke warga,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Pacitan dr. Daru Mustikoaji menyebut akses sanitasi diduga menjadi salah satu penyebab diare massal yang sempat terjadi. 

Dinkes juga sudah melakukan klorinasi dan uji kualitas air di lingkungan warga.

“Kita menduga akses sanitasi menjadi salah satu penyebab diare massal kemarin. Dan sudah kita lakukan klorinasi satu minggu yang lalu,” ungkap dr. Daru.

Dinkes Pacitan juga menyampaikan hasil uji air di lingkungan warga yang dinyatakan positif mengandung bakteri Ecoli. 

“Airnya di lingkungan mereka sudah kita uji dan memang positif Ecoli. Dan kita sudah lakukan klorinasi,” ucapnya.(feri)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow