Ploso Mengibarkan Merah Putih di Titik Nol Bung Karno

02 Jun 2025 - 10:40
Ploso Mengibarkan Merah Putih di Titik Nol Bung Karno
Peringatan hari Pancaila di titik nol Bung Karno. (Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Dalam suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan, Pemerintah Kecamatan Ploso menggelar upacara bendera memperingati Hari Kelahiran Pancasila, tepat di halaman rumah yang diyakini sebagai tempat kelahiran Bung Karno, Minggu, 1 Juni 2025. Lokasi bersejarah itu terletak di Gang Buntu, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.

Upacara berlangsung meriah dengan kehadiran puluhan warga serta para pemangku kepentingan lokal. Di hadapan peserta, Camat Ploso, Tridoyo Purnomo, menyampaikan bahwa Bung Karno adalah bagian tak terpisahkan dari identitas Ploso, dan peringatan ini merupakan upaya menghidupkan kembali jejak sejarah Bung Karno di tengah masyarakat.

Menurut Tridoyo, masyarakat Ploso selama ini sudah mengenal narasi kelahiran Bung Karno di Gang Buntu. Ia menegaskan bahwa Bung Karno semasa kecil tidak hanya lahir, tetapi juga tumbuh, bersekolah, dan belajar mengaji di kawasan tersebut, yang kini tengah diperjuangkan sebagai cagar budaya.

Dalam waktu dekat, Kecamatan Ploso bekerja sama dengan Pemkab Jombang akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna memperkuat kajian historis terkait kelahiran Bung Karno. Tridoyo menyebut bahwa dokumen dan bukti dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) telah disampaikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan Bung Karno.

Tridoyo menyatakan, kegiatan upacara bukan sekadar simbolik, melainkan momentum untuk membangkitkan kesadaran kolektif akan sejarah lokal yang tertaut langsung dengan sosok Bung Karno. Ia berharap generasi muda memahami bahwa Bung Karno bukan hanya milik buku sejarah, tapi juga jejak nyata yang masih hidup di tanah Ploso.

Lebih lanjut, Tridoyo menolak segala klaim eksklusivitas atas titik nol kehidupan Bung Karno. Menurutnya, Bung Karno bukan milik kelompok, agama, atau suku tertentu, melainkan milik seluruh bangsa Indonesia. Oleh karena itu, upaya menetapkan rumah kelahiran Bung Karno sebagai situs budaya adalah langkah strategis untuk menjaga warisan nasional.

Peringatan ini bukan sekadar perayaan tahunan, tapi sebuah pernyataan bahwa Bung Karno telah dan akan terus menjadi bagian dari denyut sejarah Ploso. Di tengah arus zaman yang kerap melupakan akar, Ploso memilih untuk merawat jejak Bung Karno dengan semangat Pancasila yang terus menyala. (san) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow