Pemuda di Situbondo Koma Usai Dikeroyok, Keluarga Tuntut Keadilan
Situbondo, (afederasi.com) -;Nasib malang menimpa Muhammad Nur Huda (18), seorang pemuda asal Dusun Krajan, Desa Kapongan, Situbondo. Korban kini tengah berjuang melewati masa kritis dan menjalani perawatan intensif di RS Soebandi, Jember, setelah menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok pemuda.
Hingga Senin (9/2/2026), Nur Huda dilaporkan masih dalam kondisi koma. Ia diduga kuat mengalami pendarahan hebat serta pembekuan darah di bagian kepala belakang akibat hantaman benda tumpul saat insiden terjadi.
Peristiwa pengeroyokan tersebut berlangsung pada Jumat (6/2/2026) di kawasan Jalan Cappore, Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji. Terduga pelaku utama berinisial RZ (18) bersama dua rekannya disinyalir melakukan penganiayaan secara membabi buta terhadap korban.
Ayah korban, Miskari Harjo, mengungkapkan bahwa pihak keluarga baru mengetahui musibah tersebut setelah korban diantar pulang oleh rekan-rekannya dalam keadaan luka parah.
"Setelah kejadian, anak saya tidak langsung pulang. Dia sempat bermalam di rumah temannya di Panarukan. Baru keesokan harinya ia diantar pulang dengan kondisi kedua mata lebam dan luka di sekujur tubuh," ujar Miskari dengan nada bergetar, Senin (9/2/2026).
Kondisi kesehatan Nur Huda terus menurun drastis. Keluarga sempat membawanya ke Puskesmas Kapongan sebelum akhirnya dirujuk ke beberapa rumah sakit besar di Situbondo. Namun, karena keterbatasan fasilitas medis untuk menangani cedera kepala yang kompleks, korban harus dipindahkan ke Jember.
"Di RS Elizabeth alatnya kurang memadai, sementara di RSUD Situbondo juga menyatakan tidak sanggup menangani. Akhirnya, putra kami dirujuk ke RS Koesnadi Jember," tambah Miskari.
Hasil diagnosis medis di Jember mengonfirmasi adanya gumpalan darah di tempurung kepala belakang korban yang memicu hilangnya kesadaran (koma).
Tak terima dengan perlakuan keji para pelaku, keluarga korban telah resmi melaporkan kasus ini ke Mapolres Situbondo. Miskari mengecam tindakan para pelaku yang dinilai sangat tidak manusiawi.
"Perbuatan mereka sudah melampaui batas. Kami menuntut keadilan agar para pelaku segera diringkus dan dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.
Kini, di tengah upaya hukum yang berjalan, keluarga besar hanya bisa pasrah dan memohon doa dari masyarakat agar proses operasi Nur Huda berjalan lancar. "Harapan saya hanya satu, anak saya bisa dioperasi dan kembali sehat seperti sediakala," pungkasnya.(vya/dn)
What's Your Reaction?



