Usung Tema Budaya, Bupati Trenggalek Resmi Buka Turnamen Basket Bupati Cup III 2026

09 Feb 2026 - 20:29
Usung Tema Budaya, Bupati Trenggalek Resmi Buka Turnamen Basket Bupati Cup III 2026
Sesi foto bersama Bupati Trenggalek bersama peserta turnament bola basket (ist)

Trenggalek, (afederasi.com) – Semangat sportivitas berpadu dengan kekayaan budaya mewarnai pembukaan Turnamen Bola Basket "Bupati Cup III" tahun 2026. Kompetisi bergengsi ini diresmikan langsung oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, di GOR Gajah Putih, Senin (9/2/2026).

Turnamen yang berlangsung mulai 3 hingga 14 Februari ini diikuti oleh puluhan tim dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK, baik kategori putra maupun putri.

Mengusung tema unik "The Power of Culture", Bupati Cup edisi ketiga ini tampil beda. Tak hanya menyajikan duel di lapangan basket, panitia juga menghadirkan kompetisi modern dance, serta lomba fotografi dan videografi guna mewadahi kreativitas generasi muda Bumi Menaksopal.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Mas Ipin ini mengapresiasi kinerja Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Trenggalek atas transparansi dan efektivitas penggunaan dana hibah.

"Ini adalah bentuk tanggung jawab cabor. Mereka memanfaatkan hibah untuk pembinaan usia dini melalui turnamen yang terorganisir. Inilah sinergi yang kita harapkan untuk mencetak bibit unggul," ujar Mas Ipin.

Bupati juga menekankan bahwa ajang ini memberikan dampak ganda (multiplier effect), tidak hanya pada aspek prestasi, tetapi juga pemberdayaan ekonomi lokal.

"Dengan kemasan yang kreatif, UMKM di sekitar lokasi juga ikut berdaya. Jadi, sisi prestasinya dapat, sisi ekonominya juga bergerak. Kabar gembiranya, tahun depan Trenggalek siap menjadi tuan rumah Liga Jatim," imbuhnya optimistis.

Ketua Penyelenggara, Mohammad Eka, menjelaskan bahwa antusiasme tahun ini meningkat signifikan. Jika sebelumnya peserta didominasi oleh sekolah di wilayah perkotaan, kini jangkauan peserta meluas hingga ke Kecamatan Tugu dan Suruh.

"Total ada 38 tim basket dan 11 tim dance yang berkompetisi selama 11 hari. Kami ingin memasyarakatkan basket lebih luas lagi di Trenggalek," jelas Eka.

Kian istimewa, turnamen ini dihadiri oleh sejumlah tokoh besar basket nasional guna memotivasi para atlet muda. Di antaranya adalah Diky Freedo yang merupakan pelatih kepala Pacific Caesar Surabaya. Dio Freedo Putra Prasetya seorang pemain profesional asli Trenggalek dan Daffa Dhoifullah seorang point guard andalan Pacific Caesar Surabaya.

Kehadiran para praktisi liga profesional (IBL) ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi para peserta agar kelak mampu menembus kancah nasional.

"Kedatangan mereka adalah suntikan motivasi. Kami ingin anak-anak melihat bahwa dengan keteguhan latihan, atlet dari Trenggalek bisa berbicara banyak di level profesional," pungkas Eka.(pb/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow