Pakar Plastik Membongkar Hoaks Terkait Bahaya BPA dalam Galon Polikarbonat dan PET

Pakar teknologi plastik Wiyu Wahono, seorang ahli di bidang plastik, mengungkap fakta-fakta terkait dengan sejumlah hoaks yang menyoroti bahaya bisphenol A (BPA) dalam galon berbahan polikarbonat (PC).

26 Oct 2023 - 09:04
Pakar Plastik Membongkar Hoaks Terkait Bahaya BPA dalam Galon Polikarbonat dan PET
Ilustrasi Kemasan plastik mengandung BPA. (Dok: Elements Envanto)

Jakarta, (afederasi.com) - Pakar teknologi plastik Wiyu Wahono, seorang ahli di bidang plastik, mengungkap fakta-fakta terkait dengan sejumlah hoaks yang menyoroti bahaya bisphenol A (BPA) dalam galon berbahan polikarbonat (PC). Hoaks tersebut telah menyebutkan bahwa BPA dalam galon PC dapat membahayakan kesehatan manusia, termasuk dampak terhadap reproduksi, gangguan kehamilan, janin, dan bahkan risiko kanker.

Namun, dalam narasi lain, dikemukakan bahwa galon berbahan polyethylene terephthalate (PET) adalah pilihan yang paling aman dalam kemasan plastik. 

Wiyu menyatakan bahwa penyebaran informasi tentang bahaya BPA tersebut terkadang terlalu spesifik, hanya membahas senyawa dalam satu jenis kemasan makanan atau lebih tepatnya galon isi ulang.

Tetapi, penting untuk dicatat bahwa kemasan galon PET atau yang digunakan sekali pun memiliki potensi ancaman dari senyawa berbahaya lainnya yang tidak disebutkan dalam narasi. Senyawa seperti antimon (Sb), asetaldehida, dan etilen glikol (EG) juga dapat bersifat karsinogenik atau beracun bagi tubuh.

Wiyu menegaskan seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com, "Jadi seakan-akan PET itu aman, itu disinformasi yang luar biasa jahatnya, entah dengan tujuan apa, itu yang nggak benar."

Dalam pandangannya, semua jenis kemasan, termasuk yang terbuat dari polyethylene terephthalate (PET), memiliki potensi bahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, setiap wilayah atau negara memiliki aturan ambang batas toleransi terkait paparan senyawa dari kemasan makanan.

Menurut Wiyu, para pengguna galon yang digunakan berulang kali dan dianggap mengandung BPA juga tidak pernah mengalami gangguan kesehatan apa pun. Ini menunjukkan bahwa galon-galon tersebut aman untuk digunakan sebagai kemasan makanan dan tidak perlu dikhawatirkan.

Wiyu, yang merupakan seorang dosen teknologi plastik di Jerman, mengungkapkan kekecewaannya terhadap penyebaran isu tentang bahaya BPA. Menurutnya, hal ini hanya akan menyebabkan ketakutan dan kebingungan di masyarakat.

Dia juga menjelaskan bahwa migrasi senyawa kimia dapat terjadi dalam kemasan makanan plastik, termasuk galon PET dan PC. Namun, ia menekankan bahwa migrasi yang terjadi masih dalam batas aman dan tubuh dapat mengolah dan mengeluarkannya.

Lebih lanjut, dalam galon PC, paparan BPA yang masuk ke dalam tubuh akan dikeluarkan dalam waktu sekitar 2 hingga 4 jam melalui urine. Sementara itu, paparan antimon dan asetaldehida dalam galon PET memerlukan waktu sekitar 93 jam untuk diproses oleh tubuh.

Wiyu menyimpulkan, "Tetapi tetap tidak akan terjadi akumulasi. Kalau akumulasi itu artinya menumpuk terus nggak keluar dan ini tidak terjadi. Kalo stibium (antimon) ini saya tidak tahu tapi kalau BPA ini yang tidak terjadi akumulasi."(mg-2/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow