ODGJ Bersenjata Tajam Ngamuk, Melalui Pendekatan Humanis Diamankan Tanpa Insiden
Gresik, (afederasi.com) – Situasi mencekam sempat terjadi Desa Abar-Abir, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Sabtu (31/01/2026) sore. Seorang anak yang diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mengamuk dan tiba-tiba mendatangi sebuah rumah hunian sambil membawa senjata tajam, di saat di dalam rumah terdapat aktivitas anak-anak sekolah.
Kejadian tersebut sontak membuat warga, khususnya pemilik rumah, Ibu Auliyah, diliputi rasa takut. Khawatir terjadi hal yang membahayakan keselamatan anak-anak, pelapor memilih mengamankan diri dan segera menghubungi dinas terkait, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik.
Menerima laporan pada pukul 15.37 WIB, Pasukan Damkar Pos Dukun bergerak cepat hanya berselang satu menit. Setibanya di lokasi, petugas mendapati Polsek Bungah telah lebih dulu mengamankan terduga ODGJ, sehingga potensi ancaman berhasil dicegah sebelum menimbulkan korban.
Meski demikian, petugas Damkar tetap melakukan pendampingan hingga proses pengantaran ODGJ ke rumah orang tuanya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi benar-benar aman dan kondusif, sekaligus mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan keselamatan bersama.
“Keselamatan warga menjadi prioritas utama, terutama karena lokasi kejadian berada di lingkungan anak-anak,” ujar salah satu petugas di lapangan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Setelah memastikan kondisi lingkungan aman, pasukan Damkar kembali ke pos untuk melanjutkan kesiapsiagaan kebakaran dan penyelamatan.
“Dalam penanganan ODGJ, kami selalu mengedepankan pendekatan humanis. Tujuan utama kami adalah melindungi warga sekaligus menjaga keselamatan ODGJ itu sendiri,” tegas Kadis Damkarla Gresik, Suyono.
Ia menambahkan bahwa tindakan represif bukanlah solusi dalam menghadapi kasus serupa, terlebih jika melibatkan anak dan lingkungan masyarakat.
“ODGJ membutuhkan pendampingan, bukan stigma. Selama masih bisa dikendalikan secara persuasif, itu yang kami dahulukan, bekerja sama dengan kepolisian dan keluarga,” tandas Suyono lagi.
Peristiwa ini menambah daftar kejadian rescue di Kabupaten Gresik sepanjang Januari 2026, yang tercatat mencapai 103 kejadian, menunjukkan tingginya peran Damkar tidak hanya dalam penanganan kebakaran, tetapi juga penyelamatan dan pengamanan warga dalam situasi darurat sosial.(frd)
What's Your Reaction?



