Longsor Terjang Desa Depok, Pencarian Enam Warga Hilang Masih Dilakukan di Tengah Medan Sulit

20 May 2025 - 13:59
Longsor Terjang Desa Depok, Pencarian Enam Warga Hilang Masih Dilakukan di Tengah Medan Sulit
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama Forpimda saat tinjau lokasi longsor Depok Bendungan (suparni/afederasi.com)

Trenggalek, (afederasi.com) Derasnya hujan yang mengguyur Kabupaten Trenggalek sejak Senin (19/5/2025) tak hanya memicu banjir di sejumlah titik, tapi juga memicu bencana tanah longsor yang meluluhlantakkan Desa Depok, Kecamatan Bendungan. Rumah-rumah warga rusak parah, enam orang dinyatakan hilang, dan harapan kini bertumpu pada kerja keras tim penyelamat yang berjibaku di tengah medan berat.

Di balik reruntuhan tanah yang menggulung pemukiman, isak tangis keluarga korban dan harapan yang belum padam terus menggema. Sejak Selasa pagi (20/5/2025), ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan, dan warga sekitar diterjunkan untuk operasi pencarian dan evakuasi.

“Kami turunkan ratusan personel untuk membantu proses tanggap darurat di lokasi longsor. Ini upaya kami untuk mendukung warga yang terdampak,” ujar Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat meninjau langsung lokasi kejadian.

Dengan wajah tegas namun mata yang tak bisa menyembunyikan keprihatinan, ia juga mengingatkan seluruh warga untuk tetap waspada. Potensi longsor susulan masih menghantui wilayah perbukitan yang sudah labil akibat hujan bertubi-tubi.

“Kami terus berharap, enam warga yang hilang bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat,” tambahnya lirih.

Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, menyampaikan bahwa operasi penyelamatan ini menjadi aksi kemanusiaan yang harus dijalankan secara terpadu. Sedikitnya 150 personel dari berbagai unsur dikerahkan dengan komando terpusat dari Basarnas.

“Akses menuju lokasi longsor sangat sulit, hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Bahkan sempat terjadi longsoran susulan skala kecil. Karena itu, keselamatan tim adalah prioritas utama. Semua pergerakan harus mengikuti prosedur dan arahan Basarnas," ungkap AKBP Ridwan.

Dari pantauan afederasi.com, bencana banjir turut melanda lima kecamatan lainnya, yakni Kecamatan Kota, Pogalan, Karangan, Gandusari, dan Kampak. Warga terpaksa mengungsi, sekolah diliburkan, dan aktivitas ekonomi lumpuh sementara.

Namun, di tengah situasi darurat ini, solidaritas begitu terasa. Warga saling membantu, para relawan tak kenal lelah, dan harapan tak pernah benar-benar padam. Tragedi ini menjadi pengingat betapa rapuhnya manusia di hadapan alam, namun juga betapa kuatnya semangat kemanusiaan saat duka melanda.(pb/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow