Kelompok Tani Setia Tani Tulungagung Kehilangan Mesin Diesel, Kerugian Capai Rp25 Juta
Tulungagung, (afederasi.com)– Aksi pencurian aset pertanian kembali meresahkan petani di Kabupaten Tulungagung. Kali ini, Kelompok Tani (Poktan) Setia Tani di Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung, harus menelan kerugian besar setelah mesin diesel pengairan utama mereka raib digondol pencuri.
Tak main-main, kerugian akibat hilangnya mesin merek Kubota tersebut ditaksir mencapai Rp23 juta hingga Rp25 juta. Kasus ini telah resmi dilaporkan ke Polsek Tulungagung Kota pada Selasa (20/1/2026).
Sekretaris Poktan Setia Tani, Wijianto, mengungkapkan bahwa hilangnya mesin penggerak pompa air tersebut baru disadari sekitar empat hari sebelum laporan dibuat. Kejanggalan pertama kali ditemukan oleh seorang petani yang tengah beraktivitas mencabut benih di sawah.
"Saat istirahat sarapan, saksi melihat ke dalam bangunan penyimpanan. Dia terkejut karena mesin diesel yang biasanya ada di sana sudah tidak terlihat lagi," ujar Wijianto saat ditemui di Mapolsek Tulungagung Kota.
Ada fakta unik sekaligus mencurigakan dalam aksi pencurian ini. Petugas kepolisian yang melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) tidak menemukan adanya kerusakan fisik pada pintu besi maupun dinding bangunan permanen tersebut.
Anehnya, pintu gudang tetap dalam kondisi terkunci, namun menggunakan gembok yang berbeda dari aslinya. Pelaku diduga sengaja mengganti gembok lama dengan yang baru setelah berhasil menguras isi gudang untuk menghilangkan jejak dan menghindari kecurigaan warga yang melintas.
"Pintu tidak rusak, tapi gemboknya berubah. Kemungkinan besar pelaku mengganti gemboknya agar orang yang melihat mengira gudang masih aman dan terkunci seperti biasa," tambah Wijianto.
Lokasi gudang yang berada di area persawahan sunyi dekat aliran sungai sebelah barat Dam Boyolangu diduga mempermudah gerak pelaku. Mesin yang dicuri merupakan jantung pengairan bagi para petani, terutama saat memasuki musim kemarau.
Wijianto mengaku terakhir kali mengecek kondisi mesin sekitar dua bulan lalu. Hal ini dikarenakan saat ini tengah memasuki musim penghujan (rendeng), sehingga kebutuhan air sawah sudah tercukupi dan mesin jarang dioperasikan.
"Hanya mesin dieselnya yang diambil, sementara pompa airnya ditinggalkan. Meskipun jarang dipakai saat musim hujan, mesin ini aset sangat penting bagi kami," tegasnya.
Kapolsek Tulungagung Kota melalui jajaran penyidiknya kini tengah melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap identitas pelaku. Polisi mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk gembok "asing" yang tertinggal di lokasi, serta memintai keterangan sejumlah saksi dari anggota kelompok tani.
Masyarakat dan para petani diimbau untuk lebih waspada dan meningkatkan pengamanan terhadap alat-alat pertanian yang disimpan di area persawahan, mengingat lokasinya yang jauh dari pengawasan pemukiman penduduk.(riz/dn)
What's Your Reaction?



