Kedapatan Jual Beras SPHP Diatas HET, Perum Bulog Tulungagung Blacklist Mitra Penyalur
Perum Bulog Tulungagung memblacklist kerja sama penyalur beras SPHP yang menjual diatas harga HET yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Tulungagung, (afederasi.com) – Perum Bulog Tulungagung memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan mitra penyalur beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET).
Sesuai dengan ketentuan dari pemerintah, beras SPHP dilepas kepada pedagang dengan harga Rp 9.950/ kilogram (kg). Sementara penjual dapat menjual kepada konsumen dengan harga maksimal Rp 10.900 /kg.
Sehingga, menjual beras SPHP diatas HET merupakan pelanggaran. Hal ini lantaran beras SPHP merupakan beras subsidi yang digelontorkan oleh pemerintah untuk menekan laju kenaikan harga beras di pasaran.
“Mitra dapat jual ke masyarakat tetapi tidak boleh melebihi HET-nya itu Rp 10.900/kilogram,” ujar Pimpinan Perum Bulog Cabang Tulungagung David Donny Kurniawan.
David mengungkapkan, toko yang bermitra dengan Bulog wajib mematuhi ketentuan. Salah satunya dapat menjual beras SPHP dengan kemasan 5kg dengan harga maksimal Rp54.500. Bila ditemukan toko menjual beras SPHP diatas HET maka akan dilakukan pemutusan kontrak kerja sama.
"Sudah ada yang diputus kerja samanya, di Tulungagung ada satu, kami blacklist," ujarnya.
Untuk itu, David pun meminta pada masyarakat untuk turut melakukan pengawasan terhadap penjualan beras SPHP di pasaran. Sementara ketika disinggung mengenai ketersediaan pasokan beras di pasaran saat ini, David menyebut bila ketersediaan di pasar terbilang cukup aman.
Ia pun memastikan stok beras di pasaran maupun di gudang Perum Bulog Tulungagung dalam kondisi aman dan tidak sampai mengalami kelangkaan. (dn)
What's Your Reaction?



