Kak Seto Kunjungi Siswi SAH, Beri Semangat Pulihkan Psikologi dan Trauma
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Indonesia Seto Mulyadi yang akrab biasa disapa Kak Seto mengunjungi siswi SAH ke rumahnya di Desa Randupadangan Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Gresik, (afederasi.com) - Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Indonesia Seto Mulyadi yang akrab biasa disapa Kak Seto mengunjungi siswi SAH ke rumahnya di Desa Randupadangan Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Didampingi Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Polres Gresik dan KBPPPA Kabupaten Gresik, Kak Seto yang sangat getol melakukan pendampingan terhadap kasus-kasus kekerasan terhadap anak yang sudah berusia 72 tahun ini ingin melihat langsung kondisi SAH, Minggu (25/09/2023).
Dalam kesempatan kunjungan ini, Kak Seto berbincang dengan SAH didampingi kedua orang tua korban Samsul Arif dan Kiki Ramadani. Kak Seto saat berbincang menanyakan cita-cita SAH yang mengaku ingin menjadi Polisi Wanita (Polwan) dan spontan diamini rombongan yang hadir.
Kak Seto juga mengajak SAH menyanyi bersama dan SAH langsung merespon dengan semangat nampak Keceriaan diwajahnya mendendangkan tiga lagu anak diantaranya balonku, disana senang disini senang dan bintang sekolah.
Psikolog anak ini mengungkapkan gembira sudah bisa bertemu langsung SAH. Menurut Kak Seto, anak dari tiga bersaudara ini tergolong cerdas, terlihat saat diajak berbincang SAH merespon dengan cukup baik.
"Kedatangan kami kesini, untuk membantu anak SAH untuk memulihkan psikologi dan traumanya" ujar Kak Seto.
Dengan semakin membaiknya kondisi korban, imbuh Kak Seto hal inilah yang tetap harus dijaga, karena yang paling utama adalah memberikan perlindungan dan menjaga psikologi korban dari se GB ala tindakan perundungan, kekerasan dan bullying.
Usai menghibur korban, Kak Seto juga mengunjungi lokasi sekolah SDN 236 Randupadangan Menganti, lokasi korban yang diduga menjadi korban kekerasan dilingkungan sekolah yang terjadi pada 7 Agustus 2023 lalu
Disekolah korban ini, didampingi anggota dari Unit PPA Polres Gresik dan KBPPPA Kabupaten Gresik, Kak Seto Melihat langsung mulai dari lokasi yang diduga menjadi titik lokasi peristiwa kekerasan, CCTV sekolah hingga ruang kelas 2 tempat SAH belajar.
Kak Seto menilai langkah yang telah dilakukan pihak kepolisian Polres Gresik dan Pemerintah Kabupaten Gresik sudah tepat. Dalam penangganan kasus dugaan kekerasan ini lebih mengedepankan atau mengutamakan nasib dari Siswi Korban.
"Semoga Kabupaten Gresik betul-betul menjadi kabupaten ramah anak khususnya didunia pendidikan," harap Kak Seto. (frd)
What's Your Reaction?



