Jelang Ramadhan, Satgas Saber Polres Situbondo Sidak Pasar: Stok Pangan Aman, Harga Cabai Rawit Tembus Rp80 Ribu
Situbondo,(afederasi.com)– Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Tim Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber) Polres Situbondo melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di sejumlah pasar tradisional.
Sidak tersebut dilaksanakan pada Kamis (5/2/2026) di Pasar Mimbaan Baru, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Ramadan.
Dari hasil pemantauan di lapangan, Satgas Saber memastikan stok bapokting dalam kondisi aman dan tidak ditemukan indikasi kelangkaan. Namun demikian, harga komoditas cabai rawit tercatat mengalami lonjakan cukup signifikan.
“Hasil pengecekan stok bahan pokok penting aman dan tersedia. Tidak ada kelangkaan. Namun memang untuk cabai rawit harganya cukup tinggi,” ujar anggota Tim Satgas Saber Polres Situbondo, Ipda Diekka Octaria, saat dikonfirmasi, Minggu (8/2/2026).
Tim Satgas merinci, harga cabai rawit merah di pasar besar berada di kisaran Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram. Sementara cabai keriting dijual dengan harga Rp23 ribu sampai Rp25 ribu per kilogram, dan cabai besar Rp26 ribu hingga Rp28 ribu per kilogram.
Sementara itu, di tingkat pengepul lokal, harga cabai rawit berada pada kisaran Rp68 ribu hingga Rp72 ribu per kilogram. Cabai keriting dibanderol Rp18 ribu sampai Rp20 ribu per kilogram, sedangkan cabai besar Rp18 ribu hingga Rp21 ribu per kilogram.
Adapun di tingkat petani, harga cabai rawit tercatat Rp50 ribu hingga Rp65 ribu per kilogram. Untuk cabai keriting Rp14 ribu sampai Rp17 ribu per kilogram, dan cabai besar Rp12 ribu hingga Rp16 ribu per kilogram.
Kenaikan harga cabai, kata Ipda Diekka, dipicu oleh beberapa faktor, salah satunya kondisi cuaca. Curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan hasil panen cabai tidak maksimal karena mudah membusuk.
“Petani lokal mengalami gagal panen akibat faktor cuaca. Akhirnya pedagang di Pasar Mimbaan Baru mengambil pasokan dari daerah lain seperti Banyuwangi dan Bondowoso, dengan harga beli yang sudah relatif tinggi,” jelasnya.
Meski demikian, pihak kepolisian memastikan akan terus melakukan pemantauan harga dan distribusi pangan secara berkala guna mencegah lonjakan harga yang tidak wajar serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama Ramadan.
“Kami akan terus melakukan pengawasan agar tidak ada penimbunan maupun permainan harga yang merugikan masyarakat, Sapu bersih jika ada maka kami akan pidanakan” pungkas Ipda Diekka.(vya)
What's Your Reaction?



