Jelang KTT G20 Polresta Banyuwangi Tingkatkan Keamanan

Jelang KTT G20 Polresta Banyuwangi Tingkatkan Keamanan
Anggota Polresta Banyuwangi memeriksa sejumlah kendaraan jelang KTT G20 di Bali (sahroni/afederasi.com)

Banyuwangi, (afederasi.com) - Jelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung di Bali pada 15-16 November 2022 mendatang, Kepolisan meningkatkan pengamanan sejumlah pelabuhan di Kabupaten Banyuwangi.

Tak tanggung-tanggung Polresta Banyuwangi menerjunkan 300 personil, dengan dibackup dari Polda Jatim, Mabes Polri dan sinergi dengan aparat dari TNI untuk mengamankan jalur yang akan digunakan sebagai akses jalan peserta KTT G20.

"Polresta Banyuwangi mengerahkan sekitar 300 personel, dibackup dari Mabes Polri dan Polda Jatim," kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Deddy Foury Millewa, Jumat (14/10/2022).

Millewa menambahkan, pihaknya juga bersinergi dengan instansi terkait, termasuk dengan aparat TNI untuk mengamankan presidensi G20. Khusus pengamanan di Pelabuhan ASDP Ketapang dilakukan personil dari Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi dengan di-back up personil dari Polresta Banyuwangi. 

"Sedangkan di Pelabuhan Rakyat dilakukan jajaran Polsek di wilayah masing-masing," tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Banyuwangi, AKP Kusmin menjelaskan Polsek Banyuwangi tiga pelabuhan rakyat yakni pantai Marina Boom, Pulau Santen dan Pantai Cemara. Dari ketiga pelabuhan itu, semakin diperketat menjelang KTT G20.

"Kami melakukan kegiatan imbangan pengamanan menjelang KTT G20 dalam dengan melakukan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD)," kata AKP Kusmin.

Secara berkala, lanjut AKP Kusmin, petugas memeriksa setiap orang yang datang maupun yang akan menyeberang lewat pelabuhan tersebut. Pemeriksaan meliputi identitas, keperluan, serta barang bawaannya, hal tersebut dilakukan sejak pemberlakuan KRYD.

"Kami melakukan pengawasan di tiga Pelabuhan ini selama 24 jam," tegasnya.

Tak hanya itu, petugas juga berkoordinasi dengan seluruh nelayan yang berada di pelabuhan Rakyat untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga keamanan ini. Pihaknya menghimbau nelayan lebih waspada pada orang luar yang akan menumpang kapal.

"Kita minta nelayan untuk segera melapor kepada kami jika menemukan orang atau barang bawaan yang mencurigakan," terangnya.

AKP Kusmin menjelaskan, kecepatan laporan dari masyarakat akan sangat membantu petugas Kepolisian dalam menindaklanjuti setiap kejadian. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa dicegah sedini mungkin.

"Sejauh ini tidak ditemukan pelanggaran dan orang yang dicurigai akan masuk ke Bali lewat pelabuhan rakyat," pungkasnya. (ron)