Jaga Kelestarian DAS Brantas, PJT I Edukasi Puluhan Sekolah Pantau Kualitas Air Sungai
Tulungagung, (afederasi.com)– Perum Jasa Tirta (PJT) I bersama Jaring-jaring Komunikasi Pemantauan Kualitas Air (JKPKA) memperkuat komitmen pelestarian lingkungan dengan merangkul generasi muda. Sebanyak 27 sekolah di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas bagian tengah dilibatkan dalam program edukasi pemantauan kualitas air sungai.
Kegiatan yang berlangsung di Tulungagung ini diikuti oleh 27 guru pembina, 28 perwakilan siswa, serta sejumlah undangan dari wilayah Tulungagung, Trenggalek, Blitar, hingga Kediri.
Kepala Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum PJT I, Yulia Puspitaningroem, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian integral dari fungsi PJT I dalam mengelola sumber daya air (SDA), khususnya di Wilayah Sungai Brantas.
Menurutnya, pengelolaan sungai tidak boleh hanya menyentuh aspek teknis dan operasional semata, tetapi juga harus menyentuh aspek kesadaran masyarakat.
"Pengelolaan sumber daya air ini membutuhkan dukungan edukasi serta keterlibatan masyarakat sejak usia dini," ujar Yulia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/2/2026).
Kolaborasi dengan JKPKA ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem edukasi lingkungan. Yulia menekankan pentingnya regenerasi anggota JKPKA agar upaya konservasi sungai dapat berjalan secara berkelanjutan.
Dalam rangkaian kegiatan bertema "Air untuk Hari Ini dan Esok", para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Materi yang diberikan meliputi pemantauan fisik, kimia, dan biologi yaitu teknik dasar mengukur kesehatan air sungai, simulasi langsung pemantauan di aliran sungai. Kemudian peserta dilatih menulis laporan hasil pantauan dan mempresentasikannya.
PJT I berharap sekolah-sekolah yang terlibat dapat menjadi "agen perubahan" di lingkungan masing-masing. Dengan melibatkan guru dan siswa, diharapkan budaya peduli sungai dapat terintegrasi dalam proses pembelajaran di sekolah.
"Kami ingin menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian kualitas air sungai. Sinergi antara dunia pendidikan dan pengelola SDA sangat krusial untuk memastikan sungai tetap menjadi sumber kehidupan di masa depan," pungkas Yulia.
Melalui program ini, PJT I optimis kapasitas jejaring sekolah dalam melakukan konservasi mandiri akan meningkat, sekaligus memastikan kelestarian DAS Brantas tetap terjaga bagi generasi mendatang.(dn)
What's Your Reaction?



