Hasto Kristiyanto Kritik Pernyataan 'Ndasmu Etik' Prabowo Subianto, Dasco Ahmad Bela Pernyataan 'Ndas Mu' dalam Suasana Kekeluargaan
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menilai bahwa Prabowo Subianto, calon presiden nomor urut 2, tidak menganggap penting etika dengan pernyataannya yang kontroversial, 'Ndasmu Etik'.
Jakarta, (afederasi.com) - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menilai bahwa Prabowo Subianto, calon presiden nomor urut 2, tidak menganggap penting etika dengan pernyataannya yang kontroversial, 'Ndasmu Etik'. Menurut Hasto, pernyataan tersebut mencerminkan kekuasaan yang dianggap lebih tinggi dari segala hal. "Pernyataan ‘Etika Ndasmu’ adalah cermin kekuasaan di atas segalanya. Karena itulah nyawa 13 aktivis yang diculik pun tidak ditanggapi secara serius. Kekuasaan tanpa etika dan moral membutakan nurani," kata Hasto seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.
Ia juga menyoroti respons negatif masyarakat terhadap pernyataan Prabowo tersebut, yang terungkap dalam berbagai blusukan yang dilakukan oleh capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo, dan PDI Perjuangan. Hasto menemukan bahwa rakyat sangat merespons negatif pernyataan 'Etika Ndasmu' yang dianggap melukai rakyat Indonesia. "Pak Prabowo bukanlah Pak Jokowi. Harus disadari bahwa Etika dan moral bersumber dari agama dan pranata nilai-nilai dan falsafah kehidupan yang tumbuh dalam masyarakat. Mengabaikan etika sama artinya dengan abai terhadap pranata kehidupan baik," tegas Hasto.
Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), menegaskan bahwa pernyataan 'Etika Ndasmu' Prabowo Subianto sangat melukai rakyat Indonesia. Dalam keterangannya, Hasto mengungkapkan bahwa Prabowo dengan pernyataannya tersebut mencerminkan ambisi kekuasaan yang menghalalkan segala cara. Ia menilai bahwa ketika etika-moral ditempatkan di bawah kekuasaan, hal tersebut sama saja dengan membutakan budi nurani. "Etika Ndasmu sangat melukai rakyat Indonesia. Pernyataan Pak Prabowo tersebut cermin ambisi kekuasaan dengan menghalalkan segala cara. Ketika etika-moral ditempatkan di bawah kekuasaan, maka sama saja dengan membutakan budi nurani," ujar Hasto.
Menurut Hasto, pernyataan tersebut membuka mata rakyat untuk melihat karakter dan gaya kepemimpinan Prabowo, yang dianggap hanya demi mendapatkan kekuasaan. Ia menekankan perbedaan antara Prabowo dan Presiden Jokowi, dengan menegaskan bahwa etika dan moral bersumber dari agama serta pranata nilai-nilai dan falsafah kehidupan masyarakat. Hasto memperingatkan bahaya mengabaikan etika, yang dianggap sebagai bentuk kelalaian terhadap pranata kehidupan yang baik.
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, membela pernyataan 'Ndas Mu' yang diucapkan oleh Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Dasco menyatakan bahwa pernyataan tersebut dikeluarkan dalam nuansa kekeluargaan, khususnya saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Gerindra. Dalam keterangan resminya, Dasco mengatakan, "Saya pikir, masyarakat kita sudah cerdas ya untuk tidak terpengaruh tentang apa yang disampaikan oleh pak Prabowo dalam video yang dipotong-potong tersebut yang tentunya menjadi multi tafsir."
Dasco juga menilai bahwa video yang beredar terlihat dipotong-potong dengan sengaja, menciptakan multitafsir di kalangan masyarakat. Ia meyakini bahwa masyarakat Indonesia tidak akan terpengaruh karena telah cerdas. Dasco menegaskan bahwa pernyataan Prabowo dalam acara internal partai, yang bersifat tertutup dan penuh kekeluargaan, tidak seharusnya disebar luaskan secara massif dengan narasi yang menyudutkan.
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, meyakini bahwa rakyat kekinian menilai pasangan calon Ganjar-Mahfud sebagai sosok pemimpin yang menempatkan etika, moral, hingga budi pekerti di atas segalanya. Dalam pandangannya, karakter dasar yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah tekad untuk menebar kebaikan. Hasto mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang mengutamakan nilai-nilai etika dan moral, sebagai pondasi bagi kemajuan Indonesia. "Dan tekad untuk menebar kebaikan sebagai karakter dasar yang harus dimiliki pemimpin," pungkas Hasto.(mg-3/jae)
What's Your Reaction?



