Hasil SRK Ungkap 265.770 Peserta JKN Berisiko Penyakit, BPJS Kesehatan Tulungagung Perkuat Deteksi Dini

09 Jan 2026 - 08:43
Hasil SRK Ungkap 265.770 Peserta JKN Berisiko Penyakit, BPJS Kesehatan Tulungagung Perkuat Deteksi Dini
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung, Fitriyah Kusumawati ketika memaparkan cara penggunaan mobile JKN (deny/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) – Sebanyak 265.770 peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung teridentifikasi memiliki potensi risiko penyakit berdasarkan hasil Skrining Riwayat Kesehatan (SRK) sepanjang tahun 2025. Temuan tersebut menjadi dasar penguatan langkah preventif dan promotif dalam menekan risiko penyakit kronis di masyarakat.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung, Fitriyah Kusumawati, mengatakan SRK merupakan instrumen penting dalam mendeteksi kondisi kesehatan peserta sejak dini. Menurutnya, banyak penyakit kronis yang kerap tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga sering kali luput dari perhatian.

“Masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa dirinya telah memasuki fase awal penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, maupun penyakit jantung. Melalui SRK, peserta dapat mengetahui potensi risiko sejak dini dan segera melakukan upaya pencegahan maupun pengelolaan,” ujar Fitriyah.

Ia menjelaskan, terdapat 14 jenis penyakit yang dapat terdeteksi melalui SRK, di antaranya Diabetes Mellitus, Hipertensi, Stroke, Penyakit Jantung Iskemik, Kanker Leher Rahim, Kanker Payudara, Anemia Remaja Putri, Tuberkulosis, Thalasemia, Kanker Paru, Kanker Usus, Hepatitis B, Hepatitis C, serta Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

Proses pengisian SRK dinilai mudah dan tidak memerlukan waktu lama, hanya sekitar lima hingga sepuluh menit untuk menjawab pertanyaan terkait kondisi kesehatan diri serta riwayat kesehatan keluarga. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh peserta JKN tanpa batasan usia, termasuk saat kondisi sehat.

“SRK dapat diakses melalui Aplikasi Mobile JKN, website resmi BPJS Kesehatan, maupun layanan WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165. Selain itu, skrining juga bisa dilakukan langsung di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) melalui Aplikasi PCare,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fitriyah menyampaikan bahwa saat ini SRK juga menjadi salah satu syarat sebelum peserta memanfaatkan layanan kesehatan di FKTP. Hal tersebut bertujuan untuk memperkuat upaya pencegahan sekaligus pemetaan risiko kesehatan peserta secara lebih komprehensif.

Ia menambahkan, SRK tidak hanya diperuntukkan bagi peserta usia lanjut, namun dapat dilakukan sejak usia anak-anak. Bagi peserta yang tengah menjalani pengobatan di FKTP, pengisian SRK dapat difasilitasi oleh petugas kesehatan setempat.

“Jika hasil SRK menunjukkan adanya risiko, peserta dapat langsung berkonsultasi dengan tenaga kesehatan di FKTP tempat terdaftar. Sementara bagi peserta dengan hasil tidak berisiko, diharapkan tetap konsisten menjalankan pola hidup sehat,” tuturnya.

Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 491.519 peserta JKN di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung telah menyelesaikan SRK. Rinciannya, Kabupaten Tulungagung sebanyak 233.089 peserta, Kabupaten Trenggalek 149.977 peserta, dan Kabupaten Pacitan 108.453 peserta.

“Peserta JKN jangan ragu melakukan SRK. Langkah ini sangat penting agar kesehatan lebih terkontrol serta mencegah terjadinya komplikasi yang berpotensi menimbulkan biaya pengobatan tinggi,” pungkas Fitriyah.(dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow