Hasil Pemeriksaan Forensik Dugaan Korban Penganiayaan, Ini Sejumlah Temuan Medis yang Terungkap
Gresik, (afederasi.com) - Kasus dugaan penganiayaan dan kekerasan seksual terhadap AM, remaja putri asal kota Bandung di Kabupaten Gresik, Jawa Timur terus bergulir. Sejumlah temuan medis terungkap dalam pemeriksaan forensik terhadap korban.
Dokter Forensik RSUD Ibnu Sina, dr. Nily Sulistyorini Sp.F.M, menyatakan bahwa korban mengalami luka lebam di bagian paha dan benjolan di kepala, yang diduga kuat akibat pukulan benda tumpul.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada luka di bagian luar atau dalam dada korban. Namun, kami menemukan luka lebam di bagian paha serta benjolan di kepala, yang kemungkinan disebabkan oleh kekerasan fisik,” ungkap dr. Nily, Selasa (20/01/2024).
Selain itu, Nily menambahkan bahwa korban AM saat diperiksa sempat mengeluhkan dirinya mengalami sesak napas.
“Tidak ditemukan adanya muntah atau keluhan lain, hanya sesak napas yang dialami korban saat itu,” tandas dr. Nily.
Hingga kini, kasus ini masih terus diselidiki oleh Polres Gresik. Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Abid Uais Al-Qarni, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti terkait kejadian tersebut.
“Kami masih terus mendalami kasus ini. Beberapa saksi telah kami periksa dan barang bukti juga sudah kami kumpulkan untuk memperkuat proses penyelidikan," terang AKP Abid Uwis.
Sementara itu, Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik juga turut memberikan perhatian terhadap kasus ini.
Kepala Dinas KBPPPA, Titik Ernawati, menegaskan bahwa pihaknya akan mendukung penuh proses hukum dan pemulihan korban.
“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Perlindungan terhadap perempuan dan anak menjadi prioritas kami. Kami terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendukung proses hukum,” ujar Titik.
Kasus dugaan kekerasan ini viral di media sosial dan menjadi atensi publik sebagai bentuk perlindungan terhadap perempuan dan anak sehingga kasus-kasus serupa tidak terjadi lagi. (frd)
What's Your Reaction?



