Gempa 4,9 Magnitudo Guncang Bawean, Mahasiswa INHAFI Panik Berhamburan Keluar Gedung
Gresik, (afederasi.com) – Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, kembali diguncang gempa bumi pada Sabtu (3/1/2025) pagi. Gempa yang berpusat di tengah laut tersebut terjadi sekitar pukul 09.12 WIB dan terasa cukup kuat di sejumlah wilayah Pulau Bawean, memicu kepanikan warga.
Getaran gempa membuat masyarakat menghentikan sementara aktivitas mereka. Dampak guncangan juga dirasakan di lingkungan Institut Agama Islam Hasan Jufri Bawean (INHAFI Bawean), saat sejumlah mahasiswa tengah mengikuti kegiatan pembekalan di dalam gedung kampus.
Akibat gempa tersebut, aktivitas perkuliahan sempat terhenti. Mahasiswa yang berada di dalam kelas langsung keluar ruangan dan turun dari lantai empat gedung kampus sebagai langkah antisipasi.
“Mahasiswa langsung keluar kelas dan turun dari lantai empat gedung INHAFI saat gempa terasa,” ujar Ansaruddin, salah satu dosen INHAFI Bawean.
Selain di lingkungan kampus, getaran gempa juga dirasakan oleh warga di sejumlah permukiman. Hasan, warga Desa Patar Selamat, Kecamatan Sangkapura, mengungkapkan guncangan terasa cukup kuat hingga membuat perabot rumah bergoyang.
“Tempat tidur terasa bergoyang, kaca jendela juga berbunyi dan bergetar,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BMKG Bawean, Usman Kholid, memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Berdasarkan hasil pemutakhiran data, kekuatan gempa tercatat sebesar 4,9 magnitudo.
“Getaran yang dirasakan warga menyerupai truk bermuatan berat yang melintas,” ujar Usman.
Terpisah, tokoh pemuda Bawean, Jamaluddin, menyebut lokasi gempa kali ini berada di titik yang sama dengan gempa-gempa sebelumnya, termasuk gempa berkekuatan 6,4 magnitudo yang terjadi pada tahun 2024 lalu.
“Lokasi gempa ini masih di titik yang sama dengan kejadian sebelumnya," pungkasnya. (frd)
What's Your Reaction?


