Geger! Nelayan di Lamongan Temukan Mayat Mengapung di Perairan Paciran

05 Feb 2026 - 17:52
Geger! Nelayan di Lamongan Temukan Mayat Mengapung di Perairan Paciran
Polisi Evakuasi Temuan Mayat yang Mengapung di Perairan Paciran Lamongan (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Warga Desa Tunggul, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan mendadak gempar. Sesosok mayat pria ditemukan mengapung di perairan desa setempat pada Kamis (05/02/2026) pagi. Korban diketahui merupakan seorang nelayan setempat yang dilaporkan sempat pamit melaut pada malam sebelumnya.

Begitu menerima laporan, Kapolsek Paciran AKP Erni Sugihastuti bersama Kasat Polairud Polres Lamongan AKP Partika Guntur Megawan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk memimpin proses evakuasi.

Kejadian bermula saat korban yang berinisial Kas (64), warga Desa Paciran, terlihat oleh saksi mata berangkat menuju laut pada Rabu (04/02/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Korban diketahui berniat mengambil jaring miliknya yang telah dipasang di laut.

Namun, nasib nahas menimpa korban. Pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WIB, seorang nelayan yang baru saja kembali dari melaut terkejut melihat sesosok tubuh dalam posisi telungkup mengapung di permukaan air.

"Kami menerima laporan dari Ketua RN Desa Tunggul terkait temuan mayat tersebut. Bersama Sat Polairud dan perangkat desa, kami langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dan mengevakuasi korban ke darat," ujar Kapolsek Paciran, AKP Erni Sugihastuti.

Setelah dilakukan evakuasi dan pencocokan data identitas, petugas mengonfirmasi bahwa mayat tersebut memang benar Kas (64), nelayan yang sebelumnya terlihat berangkat melaut sendirian.

Kapolsek menambahkan bahwa setelah proses identifikasi selesai di tempat kejadian, jenazah korban langsung ditangani sesuai prosedur kepolisian sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Terpisah, Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, memberikan imbauan serius kepada masyarakat pesisir, terutama para nelayan, mengingat risiko pekerjaan yang tinggi di tengah laut.

"Kami mengimbau kepada seluruh nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan. Perhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat dan sangat disarankan untuk tidak beraktivitas sendirian, terutama pada malam hari," tegas IPDA M. Hamzaid.

Ia juga meminta masyarakat untuk tetap proaktif dalam melaporkan kejadian darurat melalui layanan kepolisian 110. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow