Ganjar Pranowo Perkuat Komitmen Hadapi Kapal Asing dalam Penangkapan Ikan di Indonesia

Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menegaskan komitmennya untuk menjadikan kesejahteraan nelayan sebagai prioritas utama yang akan diperjuangkan.

20 Dec 2023 - 10:03
Ganjar Pranowo Perkuat Komitmen Hadapi Kapal Asing dalam Penangkapan Ikan di Indonesia
Capres RI Ganjar Pranowo menikmati durian/duren di Desa Wilayu, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Senin (18/12/2023). (ANTARA/Narda Margaretha Sinambela)

Bogor, (afederasi.com) - Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menegaskan komitmennya untuk menjadikan kesejahteraan nelayan sebagai prioritas utama yang akan diperjuangkan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ganjar dalam acara Food & Agriculture Summit III di IPB International Convention Center Bogor, Selasa (19/12/2023), di hadapan para akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB).

"Bicara soal maritim, laut dan perairan Indonesia itu sangat besar. Sayang, dari 77 persen laut dan perairan kita, kontribusinya untuk GDP negara baru 7,6 persen. Ini karena potensi itu belum dikelola maksimal dan kedaulatan laut kita belum bisa ditegakkan," ujar Ganjar seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Ganjar juga menyoroti keberadaan kapal asing yang turut menjadi perhatiannya. Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah memperketat pengawasan terhadap kapal asing yang menangkap ikan di perairan Indonesia. 

Dalam pemaparannya, Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa Indonesia sangat rentan terhadap praktik ilegal, unreported, unregulated fishing (IUU). Menurut data, indeks IUU Indonesia hanya berada di angka 6 dari 152 negara. Mantan Gubernur Jawa Tengah ini menekankan pentingnya menegakkan kedaulatan laut sebagai pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

"Kita butuh ketegasan soal ini. Sebab kalau tidak, potensi laut kita akan diambil alih oleh negara asing," tegas Ganjar. Ia juga menambahkan bahwa penyelesaian sengketa perbatasan maritim dengan negara tetangga dan penegakan aturan bagi nelayan asing menjadi langkah penting.

"Bayangkan ada berita nelayan asing ditangkap usai 17 tahun mencuri ikan di laut Indonesia. 17 tahun lho, itu waktu yang sangat lama," tambahnya, menggambarkan dampak dari kurangnya ketegasan dalam menjaga kedaulatan laut.

Ganjar Pranowo optimistis bahwa jika kedaulatan laut terwujud, nelayan Indonesia akan merasakan kesejahteraan. Ia menekankan bahwa potensi ekonomi biru yang melibatkan sektor perikanan, budidaya ikan, rumput laut, pariwisata, dan sumber mineral dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat.

"Kalau itu semua digarap, maka yakin pendapatan negara akan naik drastis. Mimpi menjadi negara maju di 2045 bukanlah hal yang sulit untuk diwujudkan," ungkap Ganjar, menggambarkan visinya untuk masa depan Indonesia yang lebih makmur.

Pernyataan Ganjar Pranowo mendapat apresiasi dari para akademisi IPB. Salah satu akademisi, Eva Angraini, menyatakan optimisme terhadap potensi Indonesia menjadi negara maju di bawah kepemimpinan Ganjar.

"Melihat pemaparan Bapak, saya sangat optimis Indonesia bisa menjadi negara maju. Bapak sangat menguasai dan sangat kuat di sektor agromaritim ini," ucap Eva, menunjukkan dukungan dari kalangan akademisi terhadap visi dan komitmen Ganjar Pranowo dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan Indonesia.(mg-3/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow