Besok Konfercab ISNU Tulungagung IV, Ketua ISNU M. Rifa’i: Banom NU Harus Mandiri
Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Cabang Tulungagung, Jawa Timur bekal menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke IV di Pendopo Mekarsari, Desa Tunggulsari, Kecamatan Kedungwaru, Jumat (19/5/2023).
Tulungagung, (afederasi.com) – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Cabang Tulungagung, Jawa Timur bekal menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke IV di Pendopo Mekarsari, Desa Tunggulsari, Kecamatan Kedungwaru, Jumat (19/5/2023) pukul 14.00 WIB. Konfercab ISNU Tulungagung 2023 ini mengusung tema “Membangun Peradaban untuk Kemandirian dan Kedaulatan NU’.
Ketua ISNU Tulungagung, H. Mochamad Rifa’i menegaskan pemilihan tema tersebut sangat penting untuk diimplementasikan oleh banom-banom NU, utamanya ISNU sendiri. Dengan mengusung tema kemandirian, ISNU harus bisa mandiri baik dalam menjalankan roda organisasi maupun ekonomi. Nah dengan kemandirian organisasi akan menguatkan kapasitas organisasi ISNU sendiri.
“Dengan kemandirian, ISNU bisa membiayai semua kegiatan tanpa membebankan kepada pengurus utamanya,”tegas H. Mochamad Rifa’i, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Iskak.
Dijelaskan Konfercab ISNU ke IV ada rangkaian kegiatan yang menyertainya. Salah satunya seminar nasional dengan narasumber Ketua ISNU Pusat, DR. KH. Ali Masykur Musa dengan tema “Membangun Peradaban untuk Kemandirian dan Kedaulatan NU’. Seminar akan digelar setelah salat Magrib. Konfercab ISNU ke IV diawali dengan pembukaan oleh Ketua ISNU Jawa Timur, Prof. DR. Mas’ud Said dan pengurus PCNU dan banom-banom NU Kabupaten Tulungagung.
“Setelah salat Asyar baru masuk acara Konfercab ISNU ke IV, mulai dari sidang tata tertib, laporan pertanggungjawaban pengurus ISNU periode 2018-2022 dan proses pemilihan ketua ISNU periode 2022-2026,”terang H. Mochamad Rifa’i.
H. Mochamad Rifa’i menambahkan banyak program yang terlaksana pada kepengurusan ISNU periode 2018-2022, diantaranya bidang peningkatan sumberdaya manusia (SDM) melalui kegiatan pelatihan literasi, menulis buku, bedah buku karangan pembina ISNU Prof. Patoni dengan judul ‘Kyai Pesantren dan Dialektika Politik Kekuasaan’, stundy banding peternakan kambing di Barokah Farm Kediri, diklat MKNU, pelatihan produk halal.
Bidang sosial, pada era Covid-19 membagikan masker, penyemprotan disinfektan, vaksinasi di kampus UIN dengan 5.000 dosis yang dihadiri oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, vaksin di kantor PCNU dan Pondok Lirboso Kediri serta membagikan sembako kepada korban bencana alam di Kecamatan Tanggunggunung. Bidang infrastruktur menempati kantor ISNU di SMA STIT Diponegoro lalu di kantor PCNU.
“Alhamdulillah dengan inisiatif pengurus ISNU sudah punya Pendopo Mekarsari di Desa Tunggulsari. Jadi semua kegiatan bisa difasilitasi tanpa hambatan yang berarti,”terang M. Rifa’i.
Yang sangat membanggakan, ISNU Tulungagung berhasil merebut juara III katagori Banom NU pada NU Award yang diselenggarakan PWNU Jawa Timur Tahun 2023. Pemberian penghargaan bergengsi tersebut dipusatkan di Pondok Pesantren Kediri.
Informasi yang dihimpun afederasi.com, bursa calon ketua ISNU Tulungagung periode 2022-2026 sangat banyak sekali. Maklum pengurus ISNU lama mayoritas sudah menduduki jabatan-jabatan penting dan strategis baik di perguruan tinggi negeri dan swasta, pemerintahan maupun BUMN. Akan tetapi menjelang H-1 konfercab, H. Mochamad Rifa’i tetap digadang-gadang untuk tetap menjadi ketua ISNU kembali.
Banyak pertimbangan yang dijadikan dasar untuk memimpin ISNU kembali. Secara umum, H. Mochamad Rifa’i mampu menjalin komunikasi baik khususnya dengan PCNU, begitu juga dengan ISNU secara struktural mulai PW ISNU dan ISNU Pusat. Selain itu, komunikasi antar banom dan khususnya pengusus ISNU sendiri juga tanpa ada hambatan yang berarti. Apalagi komunikasi dengan ekternal ISNU tidak diragukan lagi.
Secara umum ketua di banom NU Kabupaten Tulungagung dijabat oleh kader NU yang secara ekonomi sudah mapan. Karena NU sebagai sarana perjuangan membutuhkan niat yang ihlas, pemikiran, tenaga dan bahkan kapital. Seperti Ketua PC Muslimat NU Miftahurrohmah (Mantan Kepala MAN II), Siti Khusnul Khotimah (PNS), Ketua PG Ansor Cabang Muhammad Syukur (Dosen Tetap UIN), Ketua PERGUNU Muslim (PNS), Ketua Pagar Nusa Khoirul Huda (PNS) dan begitu juga lembaga-lembaga NU seperti Ketua LP Ma’arif Khozin, Ketua LKNU dr Kansil (Kepala Dinas Kesehatan) dan lain sebagainya. (Jb)
What's Your Reaction?



