Banjir Rendam Ratusan Hektare Sawah, Petani Khawatir Gagal Panen
Jombang,(afederasi.com) – Ratusan hektare lahan pertanian di Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, terendam banjir akibat luapan Kali Marmoyo. Genangan air yang telah berlangsung tiga hari sejak Kamis (8/1/2026) malam mengancam menyebabkan puso (gagal panen) pada tanaman padi berusia satu bulan.
Berdasarkan data dari Kepala Desa Gedongombo, Lasiman, sedikitnya 100 hektare sawah di lima dusun terdampak, meliputi Dusun Balong, Gedong, Kalianyar, Sukoanyar, dan Kalimati. Seluruh areal yang terendam telah ditanami padi dengan usia rata-rata satu bulan.
"Sudah tiga hari ini terendam. Mulai Kamis malam hujan deras, besoknya sudah banjir sampai sekarang belum surut," keluh Parmadi (70), seorang petani di Dusun Gedong, yang sawah seluas satu hektarenya terendam sejak Jumat (9/1/2026).
Para petani di Desa Gedongombo khawatir tanaman padi mereka akan membusuk jika genangan tidak segera surut dalam waktu tujuh hari. Situasi ini diperparah karena banyak petani yang sudah melakukan tanam ulang (tanam kedua) akibat terkena banjir di periode sebelumnya.
"Punya saya sudah satu bulan setelah tanam. Ini sudah tanam kedua, karena awal-awal juga kebanjiran. Kalau sudah busuk ya dibiarkan bero (tidak ditanami), karena sudah tidak ada bibitnya," ungkap Parmadi.
Kades Lasiman menegaskan bahwa banjir luapan Kali Marmoyo adalah kejadian langganan di musim hujan yang kerap merugikan petani dan masyarakat.
"Ini sudah langganan. Setiap musim hujan selalu kebanjiran," katanya.
Ia menyampaikan harapan agar ada penanganan serius dan normalisasi Kali Marmoyo secara menyeluruh dari pihak berwenang. Normalisasi sungai dinilai krusial agar genangan cepat surut dan dampak kerusakan tidak meluas ke area permukiman warga.
"Harapan kami ada normalisasi sungai, agar genangan cepat surut saat hujan. Karena dampaknya bukan hanya ke lahan pertanian, tapi juga ke permukiman," pungkas Lasiman.(san)
What's Your Reaction?


