Banjir Bandang Terjang Situbondo, 1.500 KK Terdampak, Puluhan Rumah Hancur
Situbondo, (afederasi.com) – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Situbondo pada Selasa (3/2/2025) mengakibatkan banjir bandang yang menerjang tiga kecamatan sekaligus. Ribuan rumah terendam, ratusan hektare sawah rusak, dan puluhan ternak warga turut hanyut dalam terjangan air.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Situbondo, Sruwi Hartanto, mengungkapkan bahwa tiga kecamatan terdampak cukup parah, yakni Kecamatan Mlandingan, Kecamatan Kendit, dan Kecamatan Bungatan. Berdasarkan data sementara, sekitar 1.500 kepala keluarga (KK) menjadi korban, dengan puluhan rumah mengalami kerusakan berat.
"Di Kecamatan Mlandingan, sebanyak 800 KK terdampak di dua desa, yaitu Mlandingan Kulon dan Sumberpinang. Sementara itu, di Kecamatan Kendit terdapat 500 KK yang terdampak, khususnya di Desa Kendit, tepatnya di Dusun Karanganyar Timur dan Barat. Selain itu, 12 rumah di Dusun Tambak Ukir dan 4 rumah di Dusun Secangan mengalami kerusakan berat. Sedangkan di Kecamatan Bungatan, khususnya Desa Selowogo, sebanyak 480 KK terdampak, dengan enam rumah rusak parah," jelas Sruwi.
Selain merendam pemukiman, banjir bandang juga merusak ratusan hektare lahan pertanian dan menenggelamkan puluhan ternak warga. Sruwi menyebut, dampak ini berpotensi menyebabkan gagal panen bagi para petani yang menggantungkan hidup dari hasil sawah mereka.
BPBD Situbondo saat ini masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk memastikan skala kerusakan yang terjadi. "Beberapa wilayah masih dalam proses pendataan. Kami harap sore ini semua data sudah lengkap," tambahnya.
Untuk meringankan beban warga terdampak, BPBD telah mendistribusikan bantuan berupa makanan bergizi dan berencana membuka dapur umum di beberapa titik strategis.
"Kami sedang mempertimbangkan teknisnya, apakah dapur umum akan dipusatkan di satu lokasi lalu makanan didistribusikan, atau didirikan di masing-masing kecamatan agar lebih mudah diakses warga," ungkapnya.
Hingga saat ini, tim BPBD bersama relawan masih bersiaga untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi serta mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.(vya/dn)
What's Your Reaction?



