Anies - Cak Imin Tiba di Markas PKS, Sekjen Aboe Singgung "Semut Merah"
Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, yang juga dikenal sebagai Cak Imin, mengadakan pertemuan penting di DPP PKS.
Jakarta, (afederasi.com) - Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, yang juga dikenal sebagai Cak Imin, mengadakan pertemuan penting di DPP PKS. Keduanya bertujuan untuk berbicara dengan ketiga partai dalam Koalisi Perubahan, yakni NasDem, PKB, dan PKS. Kehadiran Anies dan Cak Imin terjadi pada pukul 12.33 WIB, dan mereka tiba di tempat bersamaan. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan Sekretaris Jenderal Aboe Bakar Alhabsyi. Ketika mereka bertemu, terlihat suasana penuh canda tawa.
Aboe Bakar Alhabsyi, Sekretaris Jenderal PKS, menyinggung mengenai "semut merah," sebuah istilah yang pernah digunakan saat penjajakan koalisi antara PKB dan PKS pada tahun 2022. Dengan senyum, Aboe menyambut Anies dan Cak Imin dengan kata-kata, "Ya Salam," serta menambahkan, "Semut merah berlari pagi."
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai NasDem juga menghadiri pertemuan ini dengan penuh semangat. Mereka datang bersama-sama menggunakan satu mobil pada pukul 11.54 WIB. Delegasi dari kedua partai tersebut termasuk tokoh-tokoh seperti Waketum NasDem Ahmad Ali, Ketua Fraksi NasDem di DPR Roberth Rouw, Waketum PKB Jazilul Fawaid, Ketua DPP PKB Lukmanul Khakim, serta Wakil Sekretaris Dewan Syura PKB Maman Imanulhaq. Bendahara Umum NasDem Ahmad Sahroni juga turut hadir. Pengurus DPP PKS, seperti Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid, Ketua DPP PKS Muzzammil, dan Juru Bicara PKS Muhammad Kholid, menyambut mereka dengan ucapan "Assalamualaikum."
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendapat saran dari para kiai untuk mempertimbangkan pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sebagai calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2024. PKB mengakui bahwa Anies mungkin lebih cocok untuk memimpin di Jakarta, namun mereka masih membuka peluang untuk mendukungnya dengan syarat tertentu. Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, menganggap saran dari para kiai sebagai motivasi. Dia menyadari bahwa PKB tidak dapat mencalonkan pasangan presiden dan wakil presiden sendiri karena perolehan suara mereka berada di bawah ambang batas.
Jazilul menyatakan, "Kemarin saya mendapatkan pesan dari seorang kiai agar berpasangan Gus Muhaimin dengan Anies, insyaallah menang. Tapi kan itu motivasi ya karena kan fakta politiknya kita masih kurang." PKB mungkin akan memberikan dukungan khusus kepada Anies sebagai calon wakil presiden Muhaimin jika Anies dapat membawa suara yang signifikan untuk partai tersebut, sesuai dengan kata-kata Jazilul, "Kecuali Pak Anies membawa partai 10 persen misalkan. Nah itu bisa langsung. Kan Pak Anies juga belum jelas mau partai apa, istilahnya bawa tiket apa." (mg-3/jae)
What's Your Reaction?



