Ancaman Stroke: Pembuluh Darah Otak dan Dampak Disabilitas
Stroke, penyakit pembuluh darah otak, merajalela sebagai ancaman serius terhadap kesehatan manusia.
Jakarta, (afederasi.com) - Stroke, penyakit pembuluh darah otak, merajalela sebagai ancaman serius terhadap kesehatan manusia. Saat pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecah, otak mengalami kekurangan pasokan darah dan oksigen, mengakibatkan kematian sel/jaringan.
"Stroke dapat meninggalkan dampak yang signifikan, terutama dalam bentuk disabilitas," kata dr. R. Handaya Dipanegara, Spesialis Akupunktur Medik seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.
Pasien stroke, setelah mengalami serangan, tidak hanya harus menghadapi proses penyembuhan fisik, tetapi juga rentan terhadap berbagai jenis disabilitas. Menurut dr. R. Handaya, "Pasien stroke sering mengalami gangguan pada kemampuan motorik dan sensorik, yang dapat beragam sesuai dengan tingkat keparahan dan bagian otak yang terkena dampak." Menurut Kementerian Kesehatan RI, sebanyak 2 dari 3 pasien stroke kerap mengalami disabilitas.
Jenis disabilitas yang dialami oleh pasien stroke sangat bervariasi. "Disabilitas fisik seperti kelemahan otot, gangguan keseimbangan, dan kesulitan menelan mungkin muncul. Namun, ada pula disabilitas kognitif, emosional, psikologis, hingga gangguan sensorik yang dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari pasien," ujar Dr. R. Handaya menyatakan.
1. Disabilitas Fisik: Kelemahan otot, gangguan gerakan, kesulitan menelan, hingga perubahan suara (disfonia).
2. Disabilitas Kognitif: Gangguan berbicara, kesulitan mengingat informasi, dan kesulitan memusatkan perhatian.
3. Disabilitas Emosional dan Psikologis: Potensi depresi dan gangguan emosi.
4. Gangguan Sensorik: Berkurangnya penglihatan atau pendengaran.
5. Gangguan Fungsi Organ: Kesulitan mengontrol buang air besar atau kecil.
Pasien stroke yang mengalami disabilitas membutuhkan penanganan komprehensif. Terapi pengobatan, terapi fisik, terapi okupansi, hingga terapi wicara menjadi pilihan untuk membantu pasien mengatasi tantangan ini. "Terapi akupuntur juga dapat menjadi pendamping efektif dalam proses penyembuhan pasien stroke," ujar Dr. R. Handaya menekankan.
Dengan penanganan yang tepat, pasien stroke memiliki peluang untuk belajar mengatasi disabilitas mereka dan menjalani kehidupan yang berkualitas. "Proses penyembuhan memang tidak selalu mudah, tetapi melalui dukungan dan terapi yang tepat, pasien bisa mengembalikan sebagian besar fungsi tubuh dan kehidupan mereka," tambah dr. R. Handaya.(mg-2/mhd)
What's Your Reaction?



