2.785 Jamaah Lamongan Lunas Biaya Haji, 7 Orang Tertunda Akibat Faktor Kesehatan
Lamongan, (afederasi.com) – Sebanyak 2.785 jamaah haji asal Kabupaten Lamongan dipastikan telah melakukan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) untuk keberangkatan tahun 2026. Namun, di balik kesiapan tersebut, tercatat ada 7 jamaah yang terpaksa menunda keberangkatannya tahun ini karena alasan kesehatan yang tidak memenuhi kriteria istithaah. Rabu, (27/1/2026).
Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, total jamaah yang diperiksa mencapai 2.984 orang dengan klasifikasi kesehatan yang beragam. Mayoritas jamaah berada pada kategori Istithaah dengan pendampingan obat, yakni sebanyak 2.275 jiwa.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Lamongan, Yany Khoirurakhmawati, menjelaskan bahwa status istithaah merupakan syarat mutlak bagi jamaah untuk bisa menjalankan rukun Islam kelima tersebut.
"Istithaah artinya jamaah sehat secara medis dan memenuhi syarat untuk melakukan ibadah haji. Untuk kategori pendampingan obat, mereka tetap bisa berangkat namun dengan catatan harus rutin mengonsumsi obat-obatan selama di Tanah Suci," ujar Yany saat dikonfirmasi oleh afederasi.com, Rabu (28/1/2026).
7 Jamaah Tertunda Keberangkatannya
Mengenai nasib 7 jamaah yang dinyatakan tidak istithaah, Yany menegaskan bahwa mereka tidak dibatalkan secara permanen, melainkan statusnya dialihkan menjadi tunda haji untuk keberangkatan tahun depan. Langkah ini diambil guna memberikan waktu bagi jamaah untuk melakukan pemulihan kesehatan secara intensif.
Yany merinci bahwa kondisi medis yang membuat ketujuh jamaah tersebut tidak lolos verifikasi kesehatan tahun ini meliputi penyakit jantung, stroke perdarahan yang tercatat di fasilitas kesehatan dalam kurun waktu tiga bulan sebelum pemeriksaan, penyakit paru-paru, serta kondisi demensia.
"Ketujuh jamaah ini statusnya tunda haji tahun depan. Fokus utama saat ini adalah perbaikan kesehatan. Kami ingin memastikan setiap jamaah yang berangkat benar-benar mampu secara fisik agar ibadah di sana bisa maksimal dan tidak membahayakan keselamatan mereka sendiri," tambah Yany.
Hingga saat ini, pihak Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan ketat terhadap jamaah yang masuk kategori pendampingan, baik pendampingan obat maupun pendampingan orang, agar kondisi mereka tetap stabil hingga hari keberangkatan. (yan)
What's Your Reaction?



